Backpacking Bagus untuk Pengembangan Diri

Mungkinkan hiking ke Machu Picchu di Peru menjadi praktek berharga bagi pengembangan diri ?
Sumber :
  • abc

Backpacking sudah menjadi fenomena yang dilakukan banyak orang. Berlibur selama beberapa bulan sambiil meninggalkan sekolah atau pekerjaan yang sudah ada.

Apakah kegiatan ini hanya membuang-buang waktu dan uang saja, ataukah ini ada gunanya bagi pengembangann pribadi?

Sam Huang, seorang profesor bidang pariwisata di Universitas Edith Cowan di Perth, mulai meneliti dampak backpacker-an pada individu dan juga meneliti apakah prasangka tersebut benar-benar berlaku.

Apakah gagasan bahwa backpacker-an hanya melulu soal keluar dari rutinitas kerja dan memandang sepele terhadap manfaatnya ternyata amat jauh dari kenyataan.

"Jika kami tidak mempelajari kelompok ini, orang-orang hanya akan mengatakan mereka pergi untuk bersenang-senang, untuk kesenangan," kata Profesor Huang.

"Tapi backpacker-an mungkin lebih dari itu."

Professor Sam Huang dan koleganya meneliti bagaimana backpacking mempengaruhi pengembangan diri seseorang.

ABC Radio Perth: Emma Wynne

Bersama dengan rekan-rekan akademis di China, Profesor Huang mengamati 472 backpacker dari Australia, Amerika, Eropa dan China tentang bagaimana kegiatan backpacker-an mengubah harga diri dan kapasitas mereka untuk memecahkan masalah.

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa mengambil waktu berlibur dari kerja untuk bepergian bisa menjadi latihan yang berharga dalam pengembangan pribadi.

"Ini tidak begitu menyenangkan, jika Anda pergi, Anda harus menghadapi semua kesulitan berada di negara yang berbeda," kata Profesor Huang.

"Itu tidak mudah. Secara fisik dan emosional menantang."

"Ini bukan buang-buang waktu"

Dari 242 orang Barat yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 91 persen percaya kemampuan mereka untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah telah membaik melalui kegiatan backpacker-an, 80 persen mengatakan pengalaman itu telah meningkatkan kepercayaan diri mereka, dan hanya lebih dari 60 persen melaporkan bahwa mereka telah meningkatkan kemampuan mereka untuk mengatur waktu dan uang.

"Kami percaya bahwa ketika orang melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia, terutama ketika mereka bepergian di luar zona kenyamanan budaya mereka, mereka akan melihat sesuatu yang berbeda dan itu akan memberi mereka perspektif yang berbeda," kata Profesor Huang.

"Ini bukan buang-buang waktu, itu buang-buang uang, itu investasi yang berharga ... karena Anda dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan meningkatkan efisiensi diri Anda, yang penting di tempat kerja Anda.