Cara Kemenpar dan Perguruan Tinggi Genjot Pariwisata RI

Deputi Kelembagaan Kementerian Pariwisata Ahman Sya
Sumber :
  • dok.Ist
VIVA.co.id - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Pariwisata dan sejumlah Perguruan Tinggi selesai digelar di Badung, Bali, Sabtu 6 Agustus 2016. Sejumlah kesepakatan pun dicapai demi memajukan pariwisata Tanah Air.

Kepada VIVA.co.id, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Ahman Sya menyebut kesepakatan pertama yang bisa langsung segera dilaksanakan adalah imbauan agar Perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia bersedia menindaklanjuti penerapan kurikulum berbasis kompetensi dan pendirian lembaga sertifikasi profesi.


"Perguruan tinggi juga harus sepakat berpartisipasi aktif memgembangkan sektor pariwisata melalui pelaksanaan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan 10 destinasi wisata prioritas," kata Ahman Sya.


Kesepakatan berikutnya adalah Perguruan Tinggi bersedia melatih dan mendidik kader-kader pariwisata melalui Program
Goes to Campus
. Kesepakatan terakhir yakni Perguruan Tinggi Pendidikan Pariwisata bersedia melakukan program terobosan untuk percepatan pencapaian 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara.


"Ada 10 destinasi yang tengah digenjot untuk melanjutkan kepopuleran Bali sebagai tujuan wisata para wisman (wisatawan mancanegara)," ucap Ahman Sya.


Ahman Sya menyebut ke-10 destinasi utama itu adalah Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.


Demi memuluskan tekad tersebut, Kementerian Pariwisata segera menggelar Rakornas dengan sejumlah perguruan tinggi dan
stakeholder
yang terlibat dalam pariwisata.


Ahman mengatakan Rakornas itu untuk meningkatkan peran aktif pihak akademisi perguruan tinggi swasta dan media untuk memperkokoh sapta pesona di seluruh wilayah Indonesia.


“Untuk membangun pariwisata Indonesia, kita perlu membangun komitmen bersama, baik akademisi, bisnis, korporasi, pemerintah dan media,” kata Ahman Sya.