Hikayat Gempa di Batavia

Panik Gempa di Jakarta
Sumber :
  • ANTARA/Andika Wahyu

Willard A Hanna dalam bukunya ‘Hikayat Jakarta’, sebagaimana dituliskan Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, merinci dampak gempa yang terjadi. Gempa itu membuat citra Batavia kacau, kota berjuluk Ratu Timur itu memudar.

Pakar geologi Surono mengungkapkan kengerian gempa tersebut. Di mana-mana kerusakan terjadi. Banyak bangunan roboh dan menyebabkan longsor. "Longsor besar terjadi di Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak. Banjir bandang berisi lumpur dan kayu di Sungai Ciliwung di Batavia, mengalir ke laut," ujar pakar yang akrab disapa Mbah Rono tersebut kepada VIVA.  

Guncangan gempa itu, dalam literatur lain, amat mengerikan. Sebab disertai dengan aktivitas gunung api Gunung Salak dan hujan abu tebal. Dampak lainnya, kerusakan parah terpapar di seluruh penjuru Batavia, sistem aliran air seluruh kota rusak, persediaan air bersih menjadi kacau.

Gabungan tim peneliti Geoscience Australia dalam makalah Indonesia's Historical Earthquakes menuliskan, gempa awal tahun baru 1699 itu merupakan salah satu gempa paling signifikan pada abad ke-17. Kejadian 5 Januari 1699 itu merupakan salah satu gempa besar dalam catatan sejarah, yang pernah mengguncang Batavia.

Relawan Kebencanaan Ma'rufin Sudibyo menjelaskan, analisis Geoscience Australia memperlihatkan gempa besar 1699 kemungkinan adalah gempa intralempeng dengan magnitudo 8 yang bersumber dari kedalaman 120 kilometer. Sumber gempa ini membentang mulai Bogor hingga Anyer sepanjang 140 kilometer.

Dalam gempa tersebut, segmen batuan pada kedalaman 120 kilometer patah. Mekanisme pematahannya turun, sehingga sisi utara segmen batuan itu melorot dari sisi selatannya. Dampaknya, adalah munculnya gempa dengan magnitudo 8.

Sementara di permukaan, energi gempa dari ratusan kilometer itu menyebabkan getaran dengan intensitas beragam. Ma'rufin menuliskan, getaran keras terjadi di sekujur bentang pesisir utara Pulau Jawa mulai Anyer sampai Cirebon, mengalami getaran terparah yang dahsyat, intensitasnya 8 sampai 9 Modified Mercalli Intensity (MMI). Sedangkan pesisir selatan mulai dari Ujungkulon hingga Cilacap mengalami getaran lebih ringan kisaran 6 MMI.

Tapi ada prakiraan lain, intensitas getaran gempa itu antara 7 hingga 9 MMI. Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.