Mimpi Tajir di Game Online

Sorot gamers - Kompetisi Mobile Legend MPL 2018, Tim nxl juara
Sumber :
  • Dok. Revivaltv

Bukan hanya soal makan dan kesehatan. Hal berat lain yang dihadapi oleh para game player ini adalah kehilangan kehidupan sosial. Nyaris semua mengaku kesulitan membagi waktu untuk sekedar kumpul, makan bareng, atau ketawa ketiwi dengan rekan seusianya. Kegilaan pada game membuat mereka enggan melepaskan waktu latihan harian yang sudah menjadi ritmenya.

Fadhil bahkan mengaku tak punya pacar dan tak ingin pacaran. "Ah serius jadi atlet saja dulu. Saya ingin sendiri dan belum ingin punya pacar," ujarnya.

Valdo juga demikian. Ia mengaku sudah beberapa kali menolak undangan kumpul dengan teman-teman, juga undangan kumpul keluarga demi bisa terus dan tekun latihan.

Bagusnya, karena game mobile legends bergenre MOBA, maka ada ruang untuk berinteraksi sosial di dalam permainan. Seperti disampaikan Fadhil, antarpemain mobile legend bisa saling berteman, mendukung, bahkan bergabung dalam satu tim.

Besar Pengorbanan, Sebandingkah untuk Masa Depan?

Nasib dan masa depan seseorang jelas misteri. Tapi bagaimana prospek para game player di masa mendatang jauh lebih abstrak. Sebab, meski jumlah pemainnya terus bertambah dan berbagai kejuaraan mulai digelar, posisi para pemain game di Indonesia tak ajeg. Beberapa tahun terakhir, di berbagai belahan dunia memang terdengar upaya menjadikan para game player dan game yang dimainkan sebagai bagian dari e-sports, yaitu sebuah kompetisi olah raga yang menggunakan video games sebagai basisnya. Namun di Indonesia, arah untuk membuat online game menuju e-sport belum terlihat.

Saat ditanyakan, apakah kegilaan dan pengorbanan yang dilakukan saat ini dalam bermain game setara dengan apa yang akan di dapat di masa depan, Fadhil, Valdo, Sebastian dan Justin sama-sama menyadari, usia bermain game yang sekarang mereka lakoni tak akan lama. Paling bertahan hingga lima atau sepuluh tahun ke depan. Meski memiliki berbagai ambisi, termasuk ikut kompetisi internasional dan berniat menang untuk mengharumkan nama bangsa, namun mereka tahu, ada keterbatasan yang akan menghentikan mereka.

"Kita sih sadar, masa seseorang di dunia atlet itu kan engga panjang. Paling lama hingga 35 tahun. Jadi kita berharap pemerintah bisa memberi jejak karier, atau apalah istilahnya. Jadi setelah kita pensiun dari e-sports ini kita tahu apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Tentunya masih berhubungan dengan game atau e-sports ini ya," ujar Sebastian.