Tambang Uang dari Permainan

Pemain Game Mobile Legends, Fadhil Abdurrachman
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Vera mengatakan, kondisi itu menjadi tantangan sekaligus tugas besar bagi pengembang game lokal untuk turut berkontribusi memajukan industri. Soal minat ke industri ini, dia melihat pengembang game Tanah Air sudah ikut serta dalam beberapa event kecil sampai besar.

Penguatan Kapasitas

Bekraf menyatakan, industri game lokal tidak boleh terus berada dalam ketiak industri asing. Dengan adanya kompetisi game, jenis game mulai dari game virtual reality sampai augmented reality, bisa membuat pasar Indonesia makin menarik dan mendorong bangkitnya pemain lokal. Bekraf juga menginginkan industri game lokal bisa merebut pasar di dalam negeri.

"Nomor satu, pasar di dalam negeri harus dikuasai," ujarnya.

Guna meningkatkan kapasitas pelaku game lokal, Wahyu menuturkan, institusinya bersama AGI rajin mengirim pelaku game lokal untuk tanding dan mengikuti berbagai event internasional. Harapannya, produk pengembang game Tanah Air bisa ‘dimakan’ di luar negeri.

Andi mengakui, Bekraf sudah bergerak lewat program game yang bisa melahirkan talenta bagus dan segar. Dia juga mengonfirmasi langkah badan ekonomi kreatif itu mengirim pengembang game ke mancanegara. Sarannya, Bekraf agar terus meningkatkan langkah tersebut. "Sudah di-track yang benar, tinggal ditingkatkan lagi," ujarnya. 

Ekosistem game lokal yang mulai terbangun, munculnya anak muda yang menjadikan game sebagai profesi, menurut Andi, perlu didukung. "Tinggal akademisi, menyiapkan talenta siap masuk industri. Kalau sekarang masih harus training dulu. Kalau yang siap, susah carinya," tuturnya.

Pemerintah juga diminta tak hanya mengistimewakan pemain game. Agar saling membangun ekosistem perlu digalakkan kompetisi pengembang game.

"Saat ini (kompetisi) lebih ke pemainnya bukan ke developer gamenya. Kecuali kita sudah ada game lokal yang dimainin di kompetisi tersebut, itu akan memberi efek besar ke game developer-nya."  (mus)