Membidik Wisata Petualangan
- ANTARA FOTO/HO/LASSAK IMAJI/Tagor Siagian
VIVA – Pagi itu di Desa Jurangmangu, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, suasana tak sehening biasanya. Puluhan orang telah memenuhi balai desa yang terletak di lereng Gunung Slamet tersebut.
Mereka adalah peserta dan panitia North Slamet Gravity Adventure (NSGA) 2018. Bersama masyarakat setempat, semua berkumpul dan berdoa bersama agar petualangan yang akan dilakukan berjalan dengan lancar.
NSGA merupakan salah satu paket wisata petualangan yang digelar pada 20-22 Januari lalu. Tidak hanya naik gunung biasa, paket wisata ini diperuntukkan bagi para penghobi olah raga bersepeda, khususnya downhill.
Kerja sama lintas komunitas, pemerintah desa, dan masyarakat setempat ini, adalah langkah awal untuk menjadikan Jurangmangu sebagai desa wisata petualangan di tanah Jawa.
Setelah melakukan serangkaian seremoni di Balai Desa, mereka pun bersiap untuk memulai petualangan. Rombongan dibagi dua. Tim pertama adalah para porter yang membawa peralatan dan logistik, dan tim kedua adalah rider atau pesepeda.
Sesampainya di pos delapan atau pos sebelum puncak Gunung Slamet, para wisatawan menginap untuk mempersiapkan diri gowes turun gunung pagi harinya. Tenda-tenda dan makanan pun telah disiapkan, yang merupakan satu paket dari wisata petualangan tersebut.
Jalur menuju Gunung Slamet. (U-Report)
Sebelum matahari terbit, para peserta sudah harus berangkat menuju titik start untuk turun dengan sepeda di daerah Lawangan. Daerah tersebut merupakan perbatasan vegetasi dengan jalur puncak Slamet.
Peralatan sepeda downhill pun disiapkan dengan baik, begitu pula mental sang rider yang haus akan petualangan. Dan akhirnya mereka pun meluncur dari ketinggian 3.O30 MDPL menuju titik finish yang disiapkan di Jurangmangu, yang berada di ketinggian 1.200 MDPL.
Acara tersebut merupakan promosi wisata petualangan bersepeda di Gunung Slamet. Ada 12 rider profesional yang melatih puluhan masyarakat desa setempat, yang nantinya akan menjadi porter dalam paket wisata petualangan yang disajikan di kawasan tersebut. Paket wisata itu pun dibanderol sekitar Rp1,5 juta per orang.
"Idenya muncul setelah rencana awal saya yang ingin mengkaryakan desa Jurangmangu ini menjadi desa wisata. Saya merencanakan membuat desa Bike Park," kata Malvin Elzamany, salah satu penggagas wisata petualangan sepeda Jurangmangu, kepada VIVA, Kamis 7 Juni 2018.