Mimpi Mobil Listrik
- Instagram/@teslamodellII
Airlangga bahkan berkeinginan untuk membebaskan pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM, khusus untuk kendaraan listrik. Jika itu bisa terwujud, maka pasar akan langsung terbentuk dengan sendirinya.
“Kami sedang menunggu untuk mobil listrik itu PPnBM. Tadi saya sudah laporkan juga, bahwa PPnBM ini kami usulkan untuk dihapus. Ini tinggal dirapatkan di Kemenkeu, satu kali lagi akan selesai,” ujarnya.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mencoba kendaraan listrik Mitsubishi Outlander PHEV usai serah terima di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Program yang diusulkan Kemenperin tersebut diberi nama Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Yang termasuk di dalamnya yakni kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC).
Kemudian, ada juga Low Carbon for Hybrid Electric Technology (LCHET), yang terdiri dari hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid vehicle (PHEV) dan dual HEV. Terakhir, kendaraan yang sama sekali tidak menghasilkan emisi, seperti battery electric vehicle (BEV) dan fuel cell electric vehicle (FCEV). Selengkapnya lihat infografik.
Dengan adanya program tersebut, maka produsen otomotif yang berkiprah di Tanah Air bisa memproduksi dan menjual transportasi ramah lingkungan itu, baik di dalam negeri maupun untuk pasar ekspor, dengan harga yang tidak jauh berbeda dari kendaran bermesin konvensional.
Saat disinggung penurunan harga yang mungkin terjadi bila peraturan tersebut berlaku, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono mengatakan, kemungkinan angkanya cukup besar. "Mungkin bisa 30 persen," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Executive General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto. Ia mengatakan, penurunan harga bisa terjadi hingga Rp100 juta, bila regulasi terkait pajak benar benar diberlakukan pemerintah.
"Seperti Prius, itu akan turun sekitar Rp100 jutaan dari harga normal saat ini yang sekitar Rp700 jutaan," ungkapnya.
Mimpi menghadirkan mobil listrik berstandar ekspor memang cukup tinggi, namun bukan berarti tidak mungkin. Jika itu bisa terwujud, maka kondisi perekonomian Tanah Air bisa stabil dan berdampak positif pada keuangan tiap kepala keluarga.