Kontroversi Donald Trump
- VIVA
Menurut Anshor, tantangan yang muncul adalah terkait dengan cara berinteraksi antar-negara oleh Pemerintah AS yang sangat berbeda dengan cara Washington sebelumnya, maupun dengan cara yang lazim dilakukan oleh negara mitra pada umumnya. Ini tidak lepas dari sosok yang unik dari pribadi Presiden Donald Trump dan pengejawantahan dari slogan “America First” yang seringkali diwujudkan secara agresif dan dengan pendekatan “konfrontasional”.
"Ini semuanya memerlukan penyesuaian atau adjustment yang serius oleh Pemerintah Indonesia dalam membina hubungan dengan AS, baik penyesuaian dari aspek kebijakan maupun pendekatan. Penyesuaian kebijakan dan pendekatan ini utamanya adalah untuk memitigasi potensi dampak negatif dan untuk memanfaatkan peluang dari berbagai kebijakan AS di bawah Presiden Donald Trump beserta implikasinya," ujar Anshor.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa dari Kementerian Luar Negeri RI, Muhammad Anshor
Karena Indonesia memandang AS tidak hanya sebagai mitra bilateral, namun juga mitra untuk isu-isu regional dan global, maka penyesuaian kebijakan dan pendekatan oleh Indonesia dilakukan pada 3 (tiga) tingkatan tersebut.
Anshor mengatakan, secara bilateral, hubungan Indonesia dan AS tetap berjalan secara kondusif. Kerja sama di bidang politik, ekonomi, pertahanan, dan sosial budaya terus berjalan. "Tapi salah satu tantangan yang sekarang sedang ditangani adalah review oleh AS atas fasilitasi GSP yang selama ini dinikmati oleh Indonesia. Indonesia berharap fasilitasi GSP tersebut tetap diberikan oleh AS ke depan," ujar Anshor kepada VIVA
Untuk menciptakan kondisi agar Indonesia dan AS tetap merasa nyaman dan kondusif dalam membina dan meningkatkan hubungan bilateral, ke dua negara sepakat mencanangkan upaya untuk peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia – AS pada tahun 2019 dengan tema “Celebrate our Diversity, Prosper together as Strategic Partners." Acara ini dilempar dan diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kemitraan yang saling menguntungkan kedua pihak.
Dalam konteks regional, Anshor mengatakan Indonesia mengupayakan agar peran AS tetap konstruktif dalam penanganan isu keamanan dan stabilitas di Asia, termasuk dalam penyelesaian isu Semenanjung Korea. Sebagai mitra global, Indonesia juga menyayangkan AS mundur dari berbagai kesepakatan global.