Mengukur Kekuatan Alumni

Peserta mengangkat tulisan ketika mengikuti Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia yang dihadiri Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana

Baginya, kelompok menengah atas punya kemampuan memengaruhi orang lain, tetangganya, pembantunya. Dalam konteks sesama alumni, mereka jadi lebih mudah memengaruhi teman-temannya karena sama-sama kenal, dan enak diajak ngobrol. "Gerakan ini yang bisa memengaruhi elektoral," kata dia.

Tapi dia berpendapat dampak deklarasi alumni ini bagi paslon yang didukung hanya soal pencitraan saja. Misalnya, membantah bahwa tidak benar bila Jokowi didukung oleh masyarakat berpendidikan menengah ke bawah. Begitu juga sebaliknya, bahwa alumni-alumni itu tak hanya mendukung Prabowo saja. "Dampaknya hanya psikologis," ujarnya.

Meskipun demikian, Djayadi tidak menampik deklarasi alumni benar-benar bisa memberikan pengaruh pada elektabilitas capres-cawapres. Syaratnya, setelah deklarasi, mereka benar-benar bergerak.

Contohnya, usai deklarasi mereka membentuk satu jaringan riil di lapangan. Satu alumni mencari minimal 15 orang pemilih baru. Jika mereka bergerak seperti itu maka bisa membantu menaikkan atau menurunkan elektabilitas. Tapi apabila sebatas deklarasi terus bubar, maka tidak ada pengaruhnya secara elektoral.

"Pengaruhnya cuma citra aja. Citra itu kan jadi kosong  juga sekarang menurut saya. Kan deklarasinya ada di Jokowi kemudian di balas oleh Prabowo. Ya sudah kosong-kosong," tegas Djayadi.

Djayadi menekankan kalau ingin dampak lebih jauh, deklarasi itu harus ditransformasi menjadi gerakan akar rumput. Alumni harus bergerak dan itu sangat mungkin. "Selama dua bulan ke depan ditarget satu alumni minimal dapat 10 orang, itu baru akan berpengaruh," katanya.

Apakah gerakan itu memungkinkan? Djayadi tidak begitu yakin. Pasalnya, tindakan itu butuh koordinasi yang sangat intensif. Sementara alumni biasanya orang sibuk. Kecuali ada kesepakatan khusus.

Ditemui terpisah, inisiator Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Dukung Jokowi, Budi Ari, mengaku sangat yakin gerakannya itu dapat memberi dampak signifikan pada capres-cawapres yang mereka dukung. Menurutnya, gerakan kaum intelektual yang bersatu dengan rakyat adalah energi optimisme yang dahsyat.

Budi juga meyakini apa yang sudah dia lakukan itu dalam koridor yang tepat. Salah satu bukti yang dia tunjukkan tindakan kubu sebelah yang melakukan gerakan serupa. "Kalau mereka ikut-ikutan berarti sadar dan paham pentingnya gerakan ini," kata dia.