Receh Bikin Tajir
- Instagram.com/@attahalilintar
"Kita hilangkan stigma kalau masjid itu kuno, kuper. Di luar negeri banyak kok masjid yang bisa bikin senang orang beribadah. Semoga ini juga bisa meng-influence, sehingga akan banyak orang bisa menyisihkan rezeki membangun masjid," papar Atta.
Selain Atta Halilintar, ada juga Ria Ricis. Akun YouTube Ria Ricis sudah memiliki 10,6 juta subscriber. Penghasilan Ria diasumsikan tak akan beda jauh dengan Atta Halilintar. Ya, itu karena keduanya saling kejar-mengejar jumlah pengikut.
Tak hanya dari iklan, google adsense, endorse produk, tapi juga dari undangan sebagai pembicara, penghasilan Ria diprediksi mencapai ratusan juta rupiah. Ketika berbincang dengan VIVA, Ria mengaku belum kepikiran apa-apa soal jumlah pengikutnya di atas 10 juta.
Kenapa recehan?
Konten receh
Ia memilih untuk fokus mengerjakan dua channel-nya, Ricis TV dan Ricis Official. Selain itu, adik dari Oki Setiana Dewi ini punya proyek lainnya. "Proyek bikin web series. Ini bisa kan kita ada sponsor. Ada juga nih film pendek, tapi belum kepikiran karena butuh fokus," ungkapnya.
Ketika ditanya rahasia meraih 10 juta subscriber, Ria menjawab kalau konten buatannya ringan sehingga tidak membuat penonton berpikir keras. Sebab, 70 persen penonton YouTube Indonesia butuh konten yang ringan dan sesuatu yang menghibur.
"Bikin mereka tertawa. Jadi ringan banget, dan tentunya, related sama kehidupan sehari-hari. Enggak perlu mikir yang berat-berat," papar perempuan berhijab yang pertama kali membuat konten di YouTube pada 2015 tersebut.
Informasi saja, Atta Halilintar dan Ria Ricis, perempuan satu-satunya di Asia Tenggara yang menerima penghargaan Diamond Play Button oleh Google Indonesia pada Rabu, 20 Februari 2019.
Ia bercerita mendapat penghargaan Diamond Play Button karena berasal dari konten kreator yang sudah memiliki 10 juta lebih subscriber. "Kalau satu juta itu Gold," katanya.
Ketika ditanya mengenai pasang surutnya menjadi seorang YouTuber, Ria mengaku pernah pesimis lantaran sulitnya meraih jumlah pengikut. Ditambah lagi jarang bagi kaum perempuan sebagai YouTuber, dan nyinyiran para netizen yang bikin mental jatuh.
'Tapi, gara-gara netizen juga bikin aku bangkit. Karena komentar-komentar mereka yang membuat kita memperbaiki diri. Jadi, komentar-komentar mengkritik itu bikin aku sadar apa yang kurang di konten aku. Karena kan kalau selalu positif kita enggak pernah tahu kesalahannya apa," jelas Ria.