Milenial Menyambut Ramadan

sorot ramadan anak muda
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Neil Howe and William Strauss, penulis buku "Sejarah Masa Depan Amerika, 1584 hingga 2069," menggunakan istilah milenial untuk menyebut generasi yang memasuki usia dewasa di pergantian Abad 21. Di buku yang diterbitkan pada tahun 1991 ini, Howe dan Strauss mengatakan, milenials adalah mereka yang lahir antara tahun 1982 hingga 2004. 

Sementara menurut Iconoclast, sebuah lembaga peneliti perilaku konsumen, kelahiran generasi milenial pertama adalah tahun 1978. Majalah Newsweek punya hitungan yang berbeda, menurut mereka generasi milenial adalah generasi yang lahir antara tahun 1977 hingga 1994. Harian terkenal New York Times membatasi milenial sebagai mereka yang lahir antara 1976-1990 dan 1978-1998. Sementara sebuah artikel di majalah TIME menempatkan milenial sebagai mereka yang lahir antara 1980 hingga 2000.

Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak atau KPPA dalam sebuah buku yang mereka terbitkan, "Buku Profil Generasi Milenial," menyebut bahwa generasi milenial memiliki karakteristik khusus. Salah satunya adalah peningkatan penggunaan dan keakraban dengan media, komunikasi, dan teknologi digital. Kelompok ini juga disebut lebih kreatif, informatif, mempunyai passion dan produktif. Penguasaan terhadap teknologi membuat mereka mampu menciptakan berbagai peluang baru mengikuti perkembangan teknologi. Kelompok ini juga memiliki komunikasi yang terbuka, pengguna media sosial yang fanatik, dan memiliki pandangan terbuka terhadap politik dan ekonomi. 

Jika mereka memiliki pandangan yang terbuka terhadap politik dan ekonomi, maka pandangan mereka terhadap agama diperkirakan tak jauh beda. Psikolog Sani Budiantini mengatakan, generasi milenial  punya cara sendiri mengekspresikan spritualitas mereka. 

"Mereka lebih nggak suka kalau mereka didoktrin. Jadi banyak yang kurang patuh karena pendekatan keliru. Kalau pendekatan pas dan tepat, mereka bisa lebih patuh pada agama," ujarnya. 

Generasi milenial

Menurut Sani, perlu ada pendekatan khusus pada kelompok ini agar memiliki pemahaman agama yang benar. Gairah keagamaan kelompok milenial cenderung ekstrem, dan bukan dalam arti buruk. Karena mereka adalah kelompok yang terbuka dan ekspresif, maka mereka juga menampakkannya dalam pemahaman agama.

"Pertama Kalau udah paham, cukup kuat keagamaan, mereka akan menunjukkannya dengan entah berhijab bagi wanita, dan laki-laki langsung berjenggot. Kedua, Kalau nggak terlalu spiritual, lebih gak takut, jadi cuek. Zaman sekarang banyak yang agnostik yaitu percaya Tuhan tapi nggak percaya agama. Tetap Islam tapi ibadah nggak dijalanin. Banyak perkumpulan seperti ini dan antarmereka sudah sangat terbuka dan gak merasa malu dengan pemikiran cuek tersebut," ujarnya.