Berebut Kue Bisnis Ritel
- VIVA/ Isra Berlian
"Dengan behavior customer yang berubah, maka ritel mendapatkan kenyataan ini, tidak ada jalan lain ritel juga harus berubah," ujarnya.
Senada dengan Roy, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan tutupnya sejumlah gerai Giant tak lebih karena kompetisi yang begitu ketat antarritel saat ini. Hal itu tak hanya dirasakan di Indonesia, melainkan juga dirasakan secara global. Ditambah berkembangnya teknologi membuat industri ritel makin berkompetisi dengan bisnis secara online.
"Bukan karena online, tapi memang bahwa outlet-outlet sekarang ini kondisinya tidak bisa seperti dahulu yaa, karena faktor e-commerce ini memegang peranan," ujar Shinta kepada VIVA.
Untuk itu, industri ritel perlu jeli melihat kondisi pasar saat ini, semisal letak toko dan sebagainya. Sehingga, perlu lebih efisien dalam melakukan kompetisi yang sehat.
"Ya, saya rasa ini memang tantangan industri ritel bagaimana kita bisa berkompetisi dengan baik, makanya kita harus men-support industri ritel, tidak hanya online, agar keduanya bisa maju."
Ubah Konsep Bisnis
Guna menanggapi perlunya perubahan dalam bisnis agar bisa bertahan di kompetisi yang ketat saat ini, ternyata telah banyak dilakukan manajemen Giant dalam beberapa tahun terakhir. Di mana manajemen melihat perlu adanya perubahan mendesak terhadap bisnis ritel makanan, sehingga melakukan penyesuaian pada 2018 lalu dan akhirnya berdampak terhadap finansial perusahaan.
Adapun perubahan itu dilakukan secara jangka panjang dengan melibatkan penataan ulang ruang usaha, meningkatkan kualitas, skala dan kesegaran di seluruh toko, dan menyesuaikan general merchandise untuk memberikan nilai yang lebih konsisten kepada pelanggan.
Giant food store
Wahyu menjelaskan, selain memperkuat ritel makanan, pihaknya juga terus mendorong implementasi transformasi multiyear dengan mengembangkan bisnis lain yang memiliki kinerja baik dan memiliki potensi tumbuh lebih besar.
Bisnis lain yang dikembangkan tersebut, lanjut Wahyu adalah mengembangkan brand lain seperti Guardian Health & Beauty dan IKEA. Dua unit bisnis tersebut kini menunjukkan performa baik dan tumbuh baik di masa depan.
Untuk itu, meski perusahaan menutup sebagaian toko, Wahyu memastikan tetap berkomitmen kuat untuk menjalankan bisnis di Indonesia dan tetap memenuhi kebutuhan pelanggan Tanah Air yang berubah dengan cepat.