Buku-buku Terlarang
Dalam tweet-nya yang terakhir soal ini, Goenawan yang merupakan salah satu anggota tim sukses Boediono semasa kampanye pemilu lalu, bahkan sengit menyindir, “SBY dan Boediono dikenal sebagai pembaca buku yang bersemangat. Menteri Hukum dan HAM-nya mau melarang buku. Ajaib lagi!”
Ketua Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M. Zein menganggap itu sebagai pembodohan rakyat. Ikatan Penerbit Indonesia menilai langkah itu semata hanya untuk melindungi kepentingan penguasa, bukan masyarakat.
Pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, Darmaningtyas, mengingatkan di era Internet sekarang, di zaman kuda tidak lagi gigit besi, pelarangan buku jelas hanyalah pekerjaan sia-sia. Teknologi informasi dan komunikasi membuat orang dapat dengan muda mengakses berbagai data hampir tanpa batasan. Kalau dalam bentuk cetak dilarang, ya tersebar luas lah e-book-nya di jagat maya.
Darmaningtyas berpendapat pemerintah tak perlu melarang buku, yang tak lain merupakan bagian dari hak asasi warga untuk mengekspresikan pikirannya. Sebagai sebuah negara demokrasi, Indonesia mestinya tak boleh memberangus pemikiran. Sebab, hanya negara totalitarian yang masih gemar melakukannya.
Laporan: Banjir Ambarita (Papua) | Fajar Sodiq (Yogyakarta)