Mengabdi Meski Disakiti

Jamaah Ahmadiyah di Jakarta
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

“Kita meyakini bahwa Ahmadiyah ini meneruskan gerakan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Maka kami meyakini sepenuhnya bahwa kami akan mengikuti atau menjadikan Rasulullah SAW sebagai contoh,” ujar Yendra.

Menurut dia, esensi Islam sejati itu adalah berbuat baik dan adil. “Soal kemudian apakah perlakuan kepada kita baik atau tidak, itu bukan hal yang harus terlalu kita pikirkan. Kita memberi, ya memberi saja,” ujarnya.

Berangkat dari pemahaman tersebut, JAI tak pernah bosan menebar kebaikan dan berbagi untuk kemanusiaan. Mereka melakukan sejumlah aktivitas sosial mulai dari donor mata, donor darah, memungut sampah hingga turun di wilayah-wilayah yang tertimpa bencana. Di bawah bendera Humanity First, jemaah Ahmadiyah membantu para korban bencana alam.

Wakil Direktur Humanity First Indonesia Ahmad Masihudin menuturkan, tak jarang mereka mendapat penolakan dan perlakuan tidak menyenangkan dari para korban. Namun mereka tetap bertahan karena alasan kemanusiaan. 

“2015 kita pernah diusir dari Bangka,” ujarnya.

Dalam melakukan kerja-kerja kemanusiaan, mereka juga tak memandang orang. Siapa pun akan dibantu apa pun latar belakang dan agamanya. Di Lombok, mereka bahkan membantu warga korban gempa yang telah mengusir mereka dari rumah dan desanya.

“Di Lombok itu yang kami bantu bisa dikatakan di semua tempat yang menolak kehadiran Ahmadiyah di situ. Kita diusir di Lombok Timur itu. Kita tetap turun ke sana membantu korban gempa di sana. Bahkan yang turun ketika itu tim lokal kita yang rumahnya dihancurin warga waktu itu,” tuturnya.

Hal yang sama juga dilakukan waktu gempa dan tsunami Palu. Meski jemaah Ahmadiyah pernah diusir di Sigi, mereka tetap turun dan membantu warga di sana. Menurut Masihudin, Ahmadiyah tetap membantu masyarakat tanpa melihat bahwa yang dibantu adalah orang-orang yang pernah mengusir mereka.

“Meskipun kita pernah diserang, ditindas. Tapi kecintaan kita kepada sesama menjadi motivasi untuk membantu mereka tanpa melihat siapa orang yang kita harus bantu. Tanpa ada beban, tanpa ada rasa takut turun di sana,” tuturnya.