Gerilya Si Pembocor Rahasia Dunia

Pendiri Wikileaks Bebas Dari Tuduhan Pemerkosaan
Sumber :
  • AP Photo/Scanpix/Bertil Ericson

Di antaranya adalah wartawan Australia Phillip Adams, CJ Hinke, dan pakar keamanan komputer Ben Laurie. Namun, mereka sendiri mengaku tak begitu banyak terlibat di WikiLeaks. Assange sepertinya hanya ingin ‘meminjam’ nama mereka untuk meningkatkan kredibilitas Wikileaks sekaligus memperbesar ekspos kelahiran situs yang didirikan pada 2007 itu.

Sementara itu, WikiLeaks sendiri bukan seperti sebuah organisasi kebanyakan. WikiLeaks terkesan cair. Ia tak memiliki karyawan yang digaji, tak memiliki mesin foto kopi, tak ada meja kerja, bahkan tak punya kantor. Assange pun bahkan tak punya rumah. Ia berpindah-pindah dari negara satu ke negara lain, menumpang di tempat teman-teman dan para pendukungnya.

Biasanya, Assange membawa tim kecil terpercaya, yang terdiri dari 3-4 orang untuk menggarap suatu proyek tertentu. Salah satu tokoh kunci kepercayaannya biasa dipanggil dengan inisial: M. Biasanya Assange berkomunikasi dengan M melalui layanan chat terenkripsi. 

Di lingkaran kedua, WikiLeaks memiliki lingkaran pendukung sukarela yang lebih besar, dan di ring ketiga, ada ratusan anggota tak tetap yang bersedia memberikan bantuan. Para sukarelawan yang tersebar di seluruh dunia itu yang membantu WikiLeaks dengan menyediakan lebih dari 300 server mirror yang terdistribusi di berbagai tempat. 

Selain itu WikiLeaks sendiri juga telah mencadangkan beberapa server backup yang siap diaktifkan sewaktu-waktu bila server utama mereka ditutup. Server utama WikiLeaks sendiri tertanam 30 meter di bawah tanah, di sebuah bunker antinuklir milik penyedia layanan internet Bahnhof, yang dibangun pada zaman perang dingin, di daerah bukit berbatu di Stockholm.

Tetap, Assange merupakan tokoh sentral yang memainkan peran paling penting di WikiLeaks. Saat ia ditahan oleh pemerintah Inggris, WikiLeaks bak anak ayam kehilangan induk. Saat itu, Assange memang menitipkan komando di tangan jurnalis TV asal Islandia Kristinn Hrafnsson. 

Namun, menurut seorang aktivis WikiLeaks yang tak mau disebutkan namanya, unit-unit organisasi yang rahasia dan terpisah-pisah seperti sulit untuk meneruskan aktivitasnya.  

Staf WikiLeaks tingkat menengah hampir semuanya tak bisa saling berkomunikasi dengan ratusan sukarelawan karena informasi kontak mereka tersimpan rapat di akun pesan instan milik Assange dan tak pernah dibagi ke orang lain.