Rindu (Daripada) Soeharto

Presiden Soeharto
Sumber :
  • www.nrc.nl

Dari hasil surveinya, cuma 27 persen masyarakat yang menilai SBY berhasil mengurangi kemiskinan. Tapi toh itu tak membuat rakyat percaya pada figur Orde Baru. Hasil survei terakhir LSI pada Oktober 2010 lalu, misalnya, Tommy Soeharto hanya dipilih oleh 0,8 persen responden.

Bantahan hasil survei IndoBarometer diungkapkan dari timur pulau Jawa. Peneliti dari Lembaga Pusat Studi Demokrasi dan HAM Universitas Airlangga Muhammad Asfar mengatakan kaget dengan hasil survei itu. “Terus terang saya belum pernah menemukan data semacam itu,” kata dia. Menurut Asfar, survei itu tak memenuhi dua syarat logika perilaku pemilih (voting behaviour).

Bila temuan survei itu benar, kata Asfar, seharusnya peningkatan popularitas itu tergambar pada partai yang didirikan oleh Soeharto--dalam hal ini Golkar, serta pada partai orang-orang dekat Soeharto. Asfar memang melihat adanya peningkatan pada Partai Golkar. Tapi itu tidak dilatarbelakangi oleh kerinduan masyarakat terhadap masa lalu. “Tapi, lebih karena faktor manajemen kepemimpinan dan finansial yang dimiliki Golkar saat ini,” kata Asfar.

Hal itu juga tak terjadi pada partai orang dekat Soeharto. Contohnya Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). Partai yang didirikan Jendral (Purn) R Hartono dan mengusung Siti Hardijanti Rukmana itu, ternyata tak sukses meraup banyak dukungan. Pada Pemilu 2004, suara partai ini jeblok, hanya menggantang 2,11 persen suara.

Pada pemilu berikutnya makin parah, PKPB cuma meraih 1,4 persen suara, melorot satu peringkat menjadi urutan ke 13. Berdasarkan fakta itu, Asfar tak yakin bila pada pemilu mendatang nasib Tommy dan Nasrep akan berbeda. “Mereka tak akan dapat dukungan pemilih yang signifikan,” ujar Asfar.

Sementara Muhammad Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer, membela hasil survei lembaganya. Ia membantah bila surveinya dibayar, atau dianggap sekadar alat propaganda orde baru. Menurutnya, persepsi masyarakat memang seringkali berseberangan dengan kondisi objektif. “Yang disurvei ini adalah persepsi masyarakat saat ini," kata Qodari.

Setidaknya, temuan IndoBarometer itu juga mirip hasil survei Pusat Kajian kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Puskaptis yang menggelar survei pada 15-22 Maret 2011 terhadap 1.250 sampel di seluruh Indonesia menunjukkan 52 persen responden menginginkan kondisi yang sama seperti Orde Baru.