Dihalau dari Negeri Kanguru

Pasukan Australia halau kapal para imigran ilegal dekat Pulau Christmas.
Sumber :
  • REUTERS/Australian Department of Defence


Enam Langkah dari Jakarta


Jakarta bukannya tak mau menyehatkan hubungan dengan Australia. Tapi demi mencegah terulangnya upaya penyadapan, Indonesia memberi enam syarat. Enam resep “kesehatan” hubungan itu disampaikan Presiden Yudhoyono pada 26 November 2013. 

Langkah pertama, pejabat kedua negara harus bertemu. Mereka harus membicarakan secara mendalam sejumlah masalah yang sensitif, setelah penyadapan itu terkuak. Langkah kedua, pemerintah Indonesia dan Australia harus membahas protocol, juga kode etik demi mengantisipasi penyadapan terulang.

Langkah ketiga, rancangan protokol dan kode etik itu akan diperiksa sendiri oleh SBY. Dan protokol tersebut, ini adalah langkah keempat, harus disahkan pemimpin kedua negara, termasuk Perdana Menteri Abbott.

Langkah kelima, masing-masing pemerintah harus membuktikan bahwa protokol dan kode etik benar-benar dikerjakan. Perlu dievaluasi dalam kurun waktu tertentu. Dan langkah keenam adalah kedua negara, khususnya Indonesia, bisa memiliki kembali kepercayaan, asal protokol tersebut bisa berjalan konsisten.

Ketegangan diplomatik itu sesungguhnya bisa diredakan dengan enam langkah itu. Dan demi memenuhi langkah pertama, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, datang ke Jakarta untuk berbicara dengan Menlu Marty Natalegawa pada Desember 2013.

Tapi hasilnya kurang memuaskan. Meski kedua Menlu sudah bertemu, pembicaraan soal protokol dan kode etik kurang jelas. Menlu Bishop hanya mengutarakan bahwa Canberra sudah setuju untuk merumuskan aturan main. Cuma itu.  “Kami bersama dengan pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan bilateral dan membawanya secara lebih substantif di masa depan," kata Bishop secara diplomatis seperti dikutip kantor berita Reuters.

Belum tuntas masalah penyadapan percakapan sejumlah petinggi itu, kini muncul badai baru. Media massa internasional ramai mengabarkan dokumen bocoran lanjutan dari Edward Snowden.

Intelijen Australia, begitu bunyi laporan itu, tidak saja menyadap percakapan para petinggi Indonesia, tapi juga memonitor percakapan ponsel para pelanggan dua operator telekomunikasi utama di negeri ini:  Telkomsel dan Indosat. Aksi penyadapan ini merisaukan dan dikecam banyak orang.

Onak duri hubungan kedua negara tampaknya kian banyak. Belakangan Australia mengaku sudah berkali-kali melanggar batas laut Indonesia,  saat menghalau paksa kapal-kapal para imigran. Sudah enam kali melanggar. Semenjak 1 Desember 2013 hingga 20 Januari 2014.