Lompatan Juara

Rahmad Darmawan saat menukangi timnas Indonesia.
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

Dude Herlino mengakui banyak pelajaran yang ia dapat di sanggar Ananda, yang didirikan oleh Gumay. (Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

Hal serupa juga diungkapkan Oky Lukman. Pertama kali muncul di televisi tahun 1993 pada tayangan “Lenong Bocah," Oky sebelumnya berlatih peran di Sanggar Ananda karena bercita-cita ingin menjadi pemain teater. “Saya pertama kali muncul dilayar TV Tahun 1993 di acara lenong bocah diajakin sama mas gumay, aktingnya jadi pemain komedi,” ujar artis berdarah Minang ini.

Selain menjadi komedian, wanita kelahiran Jakarta 29 tahun silam ini juga menggeluti dunia presenter dan main sinetron. Diantaranya ada KDI(Kontes Dangdut Indonesia), Dangdut Mania, Idola Cilik,  Norak tapi beken (Sinetron), Montri-montir cantik dan lainnya.

Sebagai mantan guru mereka, Gumay mengatakan anak muda Indonesia sebenarnya banyak yang memilki bakat seni, olah raga, maupun bakat  yang lain. Namun minimnya fasilitas untuk mengembangkan membuat mereka tidak memiliki wadah untuk menyalurkan dan mengasah keterampilan mereka. “Harusnya ada peran pemerintah dalam mebuat sarana dan prasana untuk membuat fasilitas pendidikan di bidang seni,” kata Gumay.

Ia menyayangkan kini banyak sekolah-sekolah mengurangi porsi ekstrakurikuler di sekolah, yang akhirnya berdampak minimnya kreatiftas. “Seharusnya pemerintah membuka peluang itu kalau perlu sarjana-sarjana kesenian, seperti IKJ, ISTI dibebaskan dalam biaya, tapi dia diberi tanggung jawab untuk mendidik anak indonesia yang ada di pelosok,” lanjut Gumay. (ren)