Lompatan Juara
Jumat, 15 Agustus 2014 - 22:00 WIB
Sumber :
- VIVAnews/Fernando Randy
Dude Herlino mengakui banyak pelajaran yang ia dapat di sanggar Ananda, yang didirikan oleh Gumay. (Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
Baca Juga :
Sebagai mantan guru mereka, Gumay mengatakan anak muda Indonesia sebenarnya banyak yang memilki bakat seni, olah raga, maupun bakat yang lain. Namun minimnya fasilitas untuk mengembangkan membuat mereka tidak memiliki wadah untuk menyalurkan dan mengasah keterampilan mereka. “Harusnya ada peran pemerintah dalam mebuat sarana dan prasana untuk membuat fasilitas pendidikan di bidang seni,” kata Gumay.
Ia menyayangkan kini banyak sekolah-sekolah mengurangi porsi ekstrakurikuler di sekolah, yang akhirnya berdampak minimnya kreatiftas. “Seharusnya pemerintah membuka peluang itu kalau perlu sarjana-sarjana kesenian, seperti IKJ, ISTI dibebaskan dalam biaya, tapi dia diberi tanggung jawab untuk mendidik anak indonesia yang ada di pelosok,” lanjut Gumay. (ren)