Subsidi BBM, Indonesia Tidak Sendiri

bbm belanda sorot
Sumber :
  • Reuters/Koen van Weel

Dua tahun sebelumnya, Malaysia juga melakukan pemotongan subsidi BBM.
Anggaran subsidi dikurangi 20 sen, atau sekitar Rp700 per liter untuk premium dan jenis diesel, sehingga harga masing-masing menjadi Rp2.100 dan Rp2.700 per liter.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengatakan, pemotongan subsidi akan menghasilkan penghematan senilai 3,3 miliar ringgit, atau Rp11,2 triliun dalam setahun.

Pada 2012 lalu, Malaysia menghabiskan anggaran sebesar 24 miliar untuk subsidi BBM. Inilah yang dituding menjadi penyebab membengkaknya defisit anggaran.

Kendalikan Subsidi

Lalu, bagaimana dengan negara yang sukses memangkas anggaran subsidi BBMnya? Belanda salah satunya. Menghadapi krisis BBM pada 1972, Belanda kemudian memilih solusi alternatif mengembangkan moda transportasi sepeda.

Pemerintah Belanda lalu memprioritaskan pengembangan sepeda dengan memberi subsidi di berbagai kebijakan persepedaan nasional.  Selain itu, Belanda juga membangun infrastruktur khusus untuk pemakai sepeda.

Parkir sepeda berderetan di stasiun kereta api, museum dan taman nasional. Infrastruktur besar jalur sepeda, jalur terowongan dan sinyal lalu lintas membuat akses bersepeda lebih mudah di negara ini.

Pemerintah Belanda, mematok harga BBM sekitar US$9,63 per gallon, atau setara dengan Rp30.472 per liter. Mahalnya BBM, membuat Negeri Kincir Angin itu memiliki populasi pesepeda terbanyak di dunia.

Sementara itu, Turki menerapkan cara lain. Negara ini mematok harga BBM di dalam negeri menjadi yang paling mahal di dunia, yakni sebesar US$9,89 per gallon, atau setara Rp31.295 per liternya.

Angka itu menjadi cukup tinggi, karena pendapatan rata-rata warganya adalah US$30 per hari.

Awalnya, salah satu ekonomi terkemuka di timur Eropa itu mengalami masalah pajak yang sangat berat, yakni sekitar 40 persen penduduknya bekerja di sektor informal dan tidak membayar pajak. Hanya empat persen penduduknya yang patuh membayar pajak.

Negara ini kemudian meningkatkan basis pendapatannya melalui pajak konsumsi, seperti pajak BBM. Turki memilih langkah ini, karena relatif mudah untuk diterapkan.

Pemerintah Turki berhasil mendapatkan keuntungan yang besar dari penerimaan pajak BBM itu. Dana yang cukup besar itu digunakan sebagai modal pembangunan negaranya. (dari berbagai sumber/asp)