Membangun Kota Pintar
- Antara/ Jafkhairi
Demikian juga konsep e-education, e-environment, semua bisa dilakukan. Jika diintegrasikan, bisa membuat sebuah kota masuk kategori Smart City,” kata inisiator Smart City, Suhono Harso Supangkat.
Intinya, kata Suhono, upaya yang smart harus dilakukan agar orang-orang di perkotaan bisa hidup nyaman dan aman, bisa produktif dan berinovasi lebih lagi, meningkatkan kualitas hidup mereka sehingga bisa bersaing dengan penduduk negara-negara lain.
Empat Kota
Semangat pengelolaan Smart City di Indonesia sejatinya juga dipicu oleh tantangan yang diberikan oleh pemerintah pusat, tepatnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pda 2005 lalu untuk mengelola ICT. Beberapa kota telah menunjukkan minatnya untuk menjadikan kota mereka sebagai kota pintar.
Menurut Suhono, setidaknya ada empat kota yang serius menyatakan minat, bahkan telah menjalankannya.
“Bogor, Bandung dan Makassar dijadikan proyek percontohan oleh pemerintah pusat. Jakarta akan membangun sendiri, bekerja sama dengan ITB. Sekarang masih dalam tahap grand design. Semua kota itu masih dalam tahap implementasi karena baru berjalan setahun belakangan,” katanya.
Setidaknya, menurut Suhono, ada beberapa tahapan yang harus mereka lakukan sebelum menuju Smart City. Dari empat kota yang ada di Indonesia, Jakarta, Bandung dan Makassar sudah masuk tahap Scattered, Bogor masih tahap Ad Hoc karena Walikotanya sudah berganti kepemimpinan. Surabaya sudah ke tahap Integrative.
“Kami harus melakukan kunjungan lagi untuk meneliti sejauh mana perkembangan mereka,” kata Suhono. Belum lagi konsep smart city di tiap kota yang berbeda-beda juga harus menjadi perhatian.
Jakarta Smart City
Di Jakarta, misalnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja ingin mentransformasikan Jakarta menjadi sebuah kota yang indah, nyaman, dan aman, dengan berbasis teknologi.
"Ada 3 aspek utama yang saya perhatikan dalam membangun Jakarta menjadi sebuah smart city, yaitu segi teknologi, transportasi, serta pembangunan manusia," ujar Ahok. Pada pelaksanaannya, Ahok mengatakan bahwa tujuan utama pembentukan kotanya menjadi sebuah smart city tak lain adalah untuk mensejahterakan warganya.
Ada beberapa program kerja utama Pemprov DKI untuk membentuk kota Jakarta menjadi sebuah Smart City. Pengembangan 'Jakarta Less Cash Society' adalah salah satunya.