Belajar Toleransi dari Kampung
Jumat, 14 November 2014 - 23:32 WIB
Sumber :
- VIVAnews/Ochi April
"Kami diamkan saja. Kami kompak jika ada yang mencoba mengganggu. Akhirnya mereka sendiri yang keluar dari desa ini. Karena masyarakat sudah membentengi dirinya sendiri."
Nurhuda mengatakan, kerukunan akan berjalan jika orang tidak mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan. Sayangnya, selama ini elit politik menjadikan agama sebagai komoditas politik sehingga memicu konflik dan perpecahan.
Baca Juga :
“Belajarlah dari kami. Jangan merasa paling benar sendiri, karena agama adalah milik Tuhan,” ujar Nurhuda menutup wawancara.
Dan pemuda ini kembali bekerja, bergabung bersama para warga lain menyelesaikan pembangunan pos ronda. (ren)