Berjejaring Mendeteksi Banjir

Aplikasi
Sumber :
  • http://www.mobgenic.com

Selain Twitter,  ada juga sebuah peta yang sangat detail menggambarkan kondisi Jakarta. Pada VIVAnews, Sindhunata Hargyono, seorang pegiat pemetaan di sosial media mengenalkan OpenStreetMap, sebuah situs yang menyediakan informasi spasial.  Di mana data yang ada di dalamnya dapat digunakan untuk perencanaan oleh manajer bencana (seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, misalnya) dalam perencanaan pengurangan risiko bencana.

Peta digital OpenStreetMap juga dapat dengan mudah dan cepat disunting oleh siapa saja. Sehingga, OpenStreetMap memungkinkan manajer bencana untuk memiliki dan membuat data spasial yang selalu relevan dan aktual.
Dia menjelaskan, tahun 2012 lalu, BPBD DKI Jakarta dan BNPB melakukan pemetaan sampai tingkat RW dalam rangka mewujudkan kesiapan data. 

Pemetaan ini menggunakan OpenStreetMap, dan telah berhasil memetakan DKI hingga tingkat yang diinginkan. Saat ini pengembangan pemetaan akan masuk hingga tingkat RT. Ini dilakukan agar DKI siap dalam menghadapi banjir karena data yang digunakan lebih akurat.

Dia mengaku, data di dalam OpenStreetMap dapat lebih fokus. “Dengan OpenStreetMap, kita dapat menyumbang data spasial. Misalnya, titik-titik lokasi posko bencana dan infrastruktur penting di kala krisis,” kata Sindhunata.

Kegunaan lebih baik jika media sosial ini digabungkan dengan software yang bernama InaSAFE. Dengan software tersebut bisa mengkalkulasi infrastruktur penting. Misalnya rumah sakit, sekolah, kantor polisi dan juga jalan raya yang mungkin akan terdampak banjir.


 

Keterangan: Peta digital OpenStreetMap

“Kita dapat mengetahui informasi penting seperti jumlah sekolah yang akan tutup semasa bencana, rumah sakit mana yang kemungkinan akan terdampak (ini dapat dikembangkan lagi menjadi perencaan pemindahan pasien), jalan-jalan mana yang kemungkinan harus dihindari selama bencana banjir terjadi dan lain-lain,” tambah dia.

Namun untuk data ancaman bencana itu, software ini tidak bisa merambahnya sebab sudah ada institusi terkait seperti BMKG dan data ancaman bencana gunung api lainnya.

Tanggulangi bencana
Salah satu pengguna sosial media, Pungkas Riandika terbilang cukup berhasil dalam melakukan kampanye dalam menggalang dana untuk korban gunung Merapi tahun 2010. Pungkas mengandalkan media sosial terutama Twitter dalam akunnya sendiri @pungkas untuk melakukan aksi sosial tersebut.