Deru Mobnas Tetangga
- REUTERS/Paulo Whitaker
"Ini adalah untuk massa yang luas, bahwa mobil ini telah dibangun dengan tujuan menjawab kebutuhan transportasi mereka (rakyat), dan itu dimaksudkan untuk memberi mereka sukacita," ujar Adolf Hitler seperti ditulis Popmatters.
Namun, di tengah semangat yang tengah berkobar, Jerman harus menghadapi Perang Dunia ke-II yang membuat Volkswagen berhenti produksi. Seperti dilansir Edmunds, ketika Perang Dunia ke-II mulai, pabrik tersebut digunakan untuk memproduksi kendaraan militer.
Pabrik digunakan untuk tempat memproduksi mobil Type 82 Kubelwagen (Model mobil perang VW yang paling terkenal) dan mobil amfibi Schwimmwagen. Tapi, pertengahan perang, kota KdF-Stadt beserta pabriknya di bom hingga rusak berat.
Setelah perang usai, VW sepenuhnya dikuasai Inggris. Pabrik itu kemudian dibangun kembali dan kemudian memproduksi lagi VW Beetle dan beberapa model lain. Pada 1946, pabrik dapat membuat 1.000 mobil perbulan.
"Tetapi pada 1948, pabrik itu kembali diserahkan pada Jerman, dan menjadi jantung utama ekonomi utama bagi Jerman Barat. Saat itu, produksi Volkswagen kembali menggeliat. Beetle Type-1 misalnya yang berhasil mencapai satu juta unit pada 1955 dan seterusnya. Bahkan, Beetle kemudian diminati banyak negara," ujar Bernhard Rieger, pengamat sejarah dari University College London seperti ditulis History.
Ia mengatakan, meski tubuhnya bulat dan berbentuk lucu, namun banyak orang yang menyatakan jika Beetle nyaman digunakan. "Ada banyak hal yang menarik dari Beetle. Mobil itu dibuat untuk mudah parkir, mengemudi nyaman, ekonomi bahan bakar, keselamatan, dan benar-benar memperhatikan kenyamanan, dan tentunya tidak melupakan pengerjaan," ujar Rieger.
Seiring berjalannya waktu, Volkswagen kemudian bertransformasi menjadi perusahaan otomotif raksasa. Saat ini Grup Volkswagen, induk dari Volkswagen AG, memiliki beberapa perusahaan otomotif lainnya, di antaranya Audi, SEAT, Lamborghini, Bentley, Bugatti, Scania Skoda Auto dan Ducati.