Meradang karena Alam

Kabut asap di Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
Sumber :
  • Antara/ Untung Setiawan



Kesadaran Masyarakat
Subuh menjelaskan, kesadaran masyarakat sangat berpengaruh besar dalam mencegah peningkatan penyakit karena perubahan iklim. Bahkan, jika pemerintah telah melakukan berbagai cara, kondisi ini tetap akan sulit pelaksanaannya. Karena, masalah perubahan iklim adalah masalah bersama, baik masyarakat, pemerintah dan sektor swasta.

“Kalau cari akar permasalahannya, perubahan iklim ini termasuk lingkaran setan. Bagaimana lingkaran setan itu kita ubah jadi lingkaran malaikat, ya harus ada intervensi ke masyarakat, pemerintah dan swasta," tuturnya.

Dia mengingatkan untuk tidak pernah bosan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, Mencegahnya adalah yang paling utama. Mencegah kalau sudah menjadi budaya atau kebiasaan, maka akan ekonomis nilainya. Lebih murah dibandingkan kalau sudah sakit.

"Berobat saja sudah mahal, ini dampaknya kalau sakit. Saya Kira ini yang harus dimengerti. Upaya pencegahan itu sangat memengaruhi dari segi ekonomi,” katanya.

Memang tidak mudah untuk bisa mempersatukan visi dan misi dari seluruh elemen untuk bisa mencegah perubahan iklim. Selain sinergi antarsektoral, komunikasi juga harus dibangun secara intensif, formal maupun informal. Bahkan, semua kementerian di pemerintah diharapkan memiliki inovasi untuk memperkaya sinergi dan menciptakan harmonisasi.

“Yang lainnya, masalah anggaran. UU mengatakan 5 persen dan itu cukup. Tapi, sekarang masih di bawah 2 persen. Untuk mencegah, akan lebih mudah jika 5 persen anggaran terpenuhi,” ujar Subuh.

Bagi masyarakat, dia melanjutkan, sejatinya cukup mudah untuk mencegah dampak perubahan iklim terhadap kesehatan lingkungan. Upaya preventif harus dilakukan, baik dari keluarga maupun lingkungan.

Ini dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Ada baiknya menggunakan barang ramah lingkungan, memproteksi diri, konstruksi dan situasi rumah yang harus sehat, jaminan akses terhadap air bersih, dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Perilaku hidup bersih dan sehat juga penting, seperti tidak merokok, menjaga pola makan. Tidak Ada kata terlambat untuk memulai. Kalau kita tidak mulai itu yang jadi masalah,” kata Subuh. (art)