Rumah Politik Buruh

Peringati May Day, Ribuan Buruh Penuhi SUGBK
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

“Karena dengan cara menitipkan ke partai-partai yang ada tidak akan efektif dan tak bisa berbuat banyak, karena tidak ada alat politik sendiri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Andi Gani. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini mengatakan, selama ini buruh hanya menjadi komoditas politik semata. Menurut dia, buruh hanya "dilirik" tiap lima tahun sekali, saat Pemilu.

Namun, setelah Pemilu usai, buruh dilupakan. Untuk itu, buruh harus membangun rumah politik sendiri, guna menampung aspirasi kaum pekerja.

“Kami tidak merasa partai-partai lain mengganggap buruh. Kami berharap buruh ada di wadah politik, kami berjuang di jalanan, tapi di dalam sistem juga,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 29 April 2015.

Setelah Pemilu usai, buruh dilupakan. Untuk itu, buruh harus membangun rumah politik sendiri, guna menampung aspirasi kaum pekerja. FOTO: VIVA.co.id/Nurcholis Anhari Lubis

Dukungan Mengalir
Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) mendukung rencana pendirian partai politik oleh buruh. Meski tak tergabung di GBI, FNPBI menyatakan, buruh memang membutuhkan wadah politik sendiri.

Ketua Umum FNPBI Lukman Hakim mengatakan, gerakan buruh memang harus menjadi gerakan politik. Karena menurut dia, segala persoalan perburuhan bersumber pada sistem politik.

Artinya, jika buruh ingin mengubah nasibnya, mereka harus terlibat dalam sistem politik agar bisa mempengaruhi dan membuat kebijakan yang berpihak kepada buruh. “Perjuangan ekonomi adalah bagian dari perjuangan politik. Nah, partai politik adalah alatnya,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 30 April 2015.

Lukman menjelaskan, untuk mengubah keadaan di sektor ketenagakerjaan harus melalui perjuangan politik dan membangun partai politik. Untuk itu, keinginan GBI membangun partai dan terlibat dalam sistem politik dengan tujuan dapat terlibat dan mengubah kebijakan yang pro rakyat harus diapresiasi. Sebab, partai politik sudah kehilangan kepercayaan dari rakyat.

Meski memberikan dukungan, tak berarti FNPBI akan bergabung dengan partai yang akan dibentuk GBI tersebut. Sebab, FNPBI sudah bergabung di Partai Rakyat Demokratik (PRD). Lukman hanya berharap, GBI konsisten dan tak main-main terkait wacana mendirikan partai politik tersebut.

Dukungan juga datang dari aktivis buruh, Muchtar Pakpahan. Pendiri Partai Buruh ini mengatakan, rencana buruh mendirikan partai sendiri merupakan sebuah keharusan jika buruh ingin makmur dan sejahtera.