Bugar Kala Puasa
- FOTO ANTARA/Fanny Octavianus
Ia menganjurkan untuk menyantap makanan besar setelah jeda beberapa saat dari makanan pembuka. Artinya tak langsung ‘dihajar’ begitu adzan maghrib berkumandang. "Nggak usah repot-repot, yang penting ada lauk, nasi sama sayur, daging ayam atau sapi. Telur juga bisa, dan sumber karbohidrat selain nasi bisa digantikan jagung atau ubi. Harus ada lemak sehat juga," ujarnya menambahkan.
Jika malam hari rasa lapar kembali datang, makanan boleh kembali dikonsumsi. Namun, jenis makanannya harus tetap diperhatikan. "Setengah jam sebelum tidur juga masih boleh makan, tetapi jangan makanan berat. Atau bisa minum susu."
Pendapat senada disampaikan ahli medis tim nasional Indonesia untuk U-16 dan U-19, dr Alfan Nur Asyhar. Dia menganjurkan, untuk berbuka dengan makanan ringan. Kemudian baru dilanjutkan dengan makanan berat di malam hari, usai shalat tarawih.
Sementara, bagi yang biasa berolahraga, porsi makan saat puasa harus disesuaikan dengan jumlah kalori. “Berapa kalori yang dibuang selama latihan, itu digantikan saat buka puasa atau sahur. Kalori rata-rata untuk olahragawan adalah 2500-3500 kalori,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 11 Juni 2015.
Menjaga sahur dan pola tidur
Makanan yang dikonsumsi saat sahur tak jauh berbeda dengan saat berbuka. Asalkan, kebutuhan empat sehat lima sempurna tercukupi. Jansen Ongko menyarankan, hindari makanan manis atau minuman berisotonik.
"Minuman berisotonik, snack atau cokelat yang tinggi gula tidak saya sarankan. Kalau mau makan yang manis, sama polanya seperti saat buka, jadi makan yang manis dulu baru makan makanan yang berat," kata Jansen.
Selain asupan makanan, pola tidur atau istirahat juga menjadi kunci agar tubuh tetap bugar selama puasa. Jansen menyarankan, tidur lima sampai enam jam tetap dipenuhi. Begadang di awal-awal puasa juga sebaiknya dihindari. Pasalnya, jika istirahat kurang, akan berdampak pada kebugaran di siang hari.
"Awal-awal puasa pasti excitement gede, nongkrong sama teman, begadang sampai sahur. Itu harus diadaptasikan lagi dan diatur istirahatnya," ujar Ketua Umum Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) ini.
Untuk mereka yang beraktifitas pagi, Jansen menyarankan tidak tidur setelah santap sahur. Jika kantuk terasa di siang hari, tidur siang selama 15 sampai 30 menit bisa jadi solusi. Jika hal itu tidak bisa dilakukan, sebaiknya jadwal tidur harus disesuaikan dengan cara tidur malam lebih cepat.