Adu Nyali di Ambalat

Sumber :

Sengketa Ambalat juga menjadi “makanan empuk” para calon presiden yang akan bertanding 8 Juli nanti. Mereka memberikan reaksi atas provokasi di Ambalat itu.

Susilo Bambang Yudhoyono misalnya, mengatakan kedaulatan Ambalat adalah harga mati. Tapi ia juga meminta TNI menahan diri. "Jangan sampai kita mengeluarkan tembakan-tembakan yang tidak diperlukan. Nanti masyarakat internasional mengecam,” ujarnya.

Ketegasan sikap serupa juga diperlihatkan Jusuf Kalla.  Kalla menegaskan pemerintah akan menindak tegas jika ada kapal asing melanggar batas teritorial.  "Kita bangsa bermartabat, bukan martabak yang dibanting-banting tak berdaya," ujarnya.

Sementara Megawati Soekarnoputri lebih memprihatinkan kondisi kapal perang milik Indonesia. Dia menyalahkan pemerintah sekarang karena memberi anggaran terbatas pada TNI. Kata Megawati, pada zaman Soekarno anggaran pertahanan mencapai 29 persen dari APBN. Sementara sekarang cuma 4 persen. Akibatnya, “melihat kapal kita saja malu rasanya," ujar Megawati.

Tapi reaksi Malaysia jauh lebih dingin. Menteri Pertahanan Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, menilai Ambalat jadi ramai di Indonesia karena sebentar lagi akan digelar pemilihan presiden. "Isu ini tidak akan panas bila tidak ada partai-partai yang punya kepentingan tertentu. Iklim politik saat ini terkait pemilihan presiden di Indonesia," kata Zahid.

Meski begitu, Malaysia memastikan tak akan berperang dengan Indonesia. Wakil Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, menegaskan, "Kami ingin menghindari provokasi dalam bentuk apa pun.”

Mungkin cemas situasi di negara tetangga kian panas, Malaysia pun mengirim Panglima Tentara Diraja Malaysia, Jenderal Tan Sri Abdul Azis bin Haji Zainal. Dia datang bertemu Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. “Panglima Malaysia menyatakan datang dengan tulus hati untuk meredakan situasi,” kata Juwono.

Malaysia juga minta maaf. Panglima Laut Tentara Diraja Malaysia, Laksamana Abdul Aziz Jafar dengan rendah hati meminta maaf pada delegasi  DPR RI yang berkunjung ke Malaysia. “Panglima berjanji akan menjauhkan tentaranya dari laut Ambalat,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI bidang pertahanan, Yusron Ihza Mahendra.

Untuk sementara, soal "adu nyali" di Ambalat agak reda.