Mereka Pilih Pindah Haluan
- Dokumentasi Pribadi
“Itu karena adanya riba. Nah dari situ, saya membuat program dan mendirikan Komunitas Pengusaha tanpa Riba,” ujar Presiden Syariah Bisnis Coach ini kepada VIVA.co.id, Kamis 7 Januari 2016. Ia mengatakan, saat ini ada sekitar lima ribu pengusaha muslim yang bergabung di komunitas yang ia dirikan.
Hal yang sama disampaikan Nursyamsu Mahyuddin. Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) ini mengatakan, trend pengusaha muslim yang hijrah meningkat tiap tahun.
Untuk itu, keberadaan organisasi yang berdiri pada 2010 ini merupakan tempat berhimpun dan belajar pengusaha muslim yang ingin berbisnis sesuai syariah. “Jadi kita berhimpun ini untuk tempat media belajar,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 7 Januari 2016.
Menurut dia, KPMI bertujuan meningkatkan peran pengusaha muslim di kancah perekonomian nasional. Selain itu juga untuk meningkatkan keterampilan dalam berbisnis.
“Ketiga sebagai sesama muslim tentu harus belajar bagaimana kaidah-kaidah muslim dalam berbisnis dan membangun network dan sinergi dengan pengusaha-pengusaha muslim lainnya,” ujarnya menambahkan.
Ia mengatakan, organisasi yang Ia pimpin sudah memiliki 22 ribu anggota yang tersebar dalam 25 koordinator wilayah di seluruh Indonesia. Guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota, KPMI sering menggelar beragam pelatihan, workshop belajar bisnis sesuai syariah serta sharing pengalaman melalui media online.
Kebutuhan
Pemerhati Ekonomi Islam Didin Hafidhudin mengapresiasi maraknya pengusaha muslim yang hijrah. Ia mengatakan, para pengusaha itu harus didorong untuk terus menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam bisnis.
Karena menurut dia, kegiatan bisnis syariah ini akan berdampak pada moral pengusaha. “Bisnis syariah ini juga meningkatkan kualitas baik dari aspek ekonomi maupun sosial,” ujarnya kepada VIVA.co.id di Jakarta, Kamis 7 Januari 2016.
Menurut dia, banyaknya pengusaha yang hijrah karena motivasi dan kesadaran pengusaha sendiri. Ia yakin, kondisi ini bukan tren sesaat, melainkan sesuatu yang akan berlanjut terus menerus dan membesar.
“Saya yakin ini tidak cuma tren. Karena bisnis ini sudah general, tidak hanya dijalankan oleh umat Islam saja. Bisa juga dilakukan orang lain, asalkan betul-betul menerapkan sistem syariah,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Ulil Albab ini yakin.