Jalan Panjang ke Kampung Halaman

Berjuta manusia secara serentak bergerak demi menikmati libur bersama keluarga di kampung halaman setiap perayaan hari raya Idul Fitri.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Pemuda itu terlihat basah kuyup. Ia berdiri di ruas jalan Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah yang tergenang air. Tangannya menggenggam bendera berwarna merah. Bendera itu dikibar-kibarkannya setiap ada kendaraan yang melintas.

Jumat siang, 17 Juni 2016, air setinggi 80 sentimeter menggenangi kaki dan tubuhnya. "Saya di sini sejak pagi," kata pemuda berusia 24 tahun bernama Disa Setyabudi ini.

Disa, beberapa belakangan ini memilih menjadi pengatur lalu lintas. Ia dibayar lewat sumbangsih pengguna jalan. Maklum, di ruas jalan yang kini menjadi tempat kerjanya itu tergenang limpahan air laut.

Lubang menganga yang tertutup air menjadi ancaman bagi pengendara. Sekali terperosok bisa berakibat fatal bagi pengemudi. "Biasanya banjir rob mulai datang sekitar pukul 14.00 sampai jam 21.00 malam. Ini sudah mulai mengalir robnya," katanya.

Kemacetan lalu lintas kendaraan bermotor akibat genangan rob berlangsung di Jalan Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah.

Ya, air rob dari limpahan air laut memang tengah menggenang di Kota Semarang. Ratusan kendaraan sempat terjebak akibat bencana ini. Kalau pun memaksa melintas, sopir harus ekstra hati-hati.

"Kalau kendaraan tidak diatur untuk menghindari lubang bahaya. Roda mobil atau motor bisa rusak karena lubang yang cukup besar di dalam air," ujar warga Kampung Tenggang, Desa Tambaklorok itu.

Disa mengakui rob kali ini yang terparah. Bagaimana tidak, menjelang malam hari, rendaman air laut ini bahkan bisa mencapai setinggi satu meter. Dan diperparah lagi, air ini ikut menggerus aspal di badan jalan. Sehingga membuat lubang membahayakan bagi yang melintas di jalan yang nantinya akan menjadi jalur utama mudik lebaran tersebut.

Baca juga:

Berikutnya: Menekan Angka Kecelakaan