Gemerincing Rupiah Pinggir Kampus
- VIVA.co.id/Nurcholis Anhari Lubis
Kontribusi itu, menurut dia, antara lain dari sisi pengurusan perizinan, seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan hal lainnya untuk apartemen. Dan itu tentu akan masuk kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau PAD.
Selain itu, dengan adanya apartemen indekos untuk mahasiswa, sebenarnya akan meningkatkan pengembangan ekonomi wilayah sekitar. Kondisi itu paling tidak membuka peluang sektor perdagangan di sekitar apartemen akan meningkat, sehingga memberi kontribusi bagi daerah.
"Pasti ada dampak ekonominya ke makanan, atau ke daerah sekitar kampus. Kontribusi pengurusan izin lokasi segala macam itu kan masuk ke APBD atau PAD," kata Ali kepada VIVA.co.id.
Selanjutnya, Tren di Kawasan Kampus
Tren di Kawasan Kampus
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan, munculnya apartemen indekos di sekitar kampus bukan hal baru yang cuma ada di Jakarta dan sekitarnya.
Tren serupa juga sudah ada di Malang, Yogyakarta, dan kota besar lainnya. Konsep apartemen yang ada di sekitar kampus, menurut dia, sangat menarik untuk dibahas.
Apartemen di kampus, menurut dia, terlihat sekali membantu dari sisi efisiensi. Seperti efisiensi biaya transportasi, kegiatan, dan kehidupan kampus seperti riset. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Apartemen di kampus, menurut dia, terlihat sekali membantu dari sisi efisiensi. Seperti efisiensi biaya transportasi, kegiatan, dan kehidupan kampus seperti riset.
Konsep apartemen semacam itu, dia melanjutkan, bukanlah apartemen komersial, melainkan apartemen yang pengembangnya dilakukan oleh kampus atau kerja sama pengembang dengan universitas setempat.
Selama ini, dia menegaskan, konsep apartemen yang dikelola oleh universitas masih sebatas asrama mahasiswa yang seadanya. Untuk itu, dengan konsep baru seperti apartemen sewa, perlu kerja sama saling menguntungkan, khususnya ke arah pendidikan.
"Konteksnya memang membangun apartemen untuk menunjang ke arah pendidikan, bukan komersial semata," tutur Yayat kepada VIVA.co.id.
Namun, maraknya pembangunan apartemen itu, terutama untuk kebutuhan komersial, terjadi peningkatan pasokan pada kuartal IV-2016. Secara keseluruhan, indeks pasokan properti komersial pada periode itu mencapai 107,29 atau tumbuh 0,6 persen, dibanding kuartal sebelumnya.