Dilabur agar Tak Digusur

Suasana kampung Penas Tanggul yang berada di Jalan Pancawarga, Jakarta Timur
Sumber :
  • VIVA/Purna Karyanto

Warga beraktivitas di Kampung Warna-Warni Penas Tanggul, Cipinang Besar Selatan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pilihan warna cat yang aneka warna di kampung ini bukan tanpa alasan. Menurut Sumiati, permukiman itu dicat warna warni untuk menunjukkan penghuninya yang sangat beragam. “Kita melihat warga di sini itu berasal dari berbagai suku, berbagai agama. Jadi kita buat kampung ini menjadi kampung warna-warni. Kita ingin memperlihatkan bahwa warga di kampung ini sangat beragam,” ujarnya menjelaskan.

“Mereka itu solidaritasnya sangat luar biasa. Kita tidak melihat dari suku apa, agama apa, tidak seperti itu. kita ingin menunjukan warga di sini meskipun beragam bisa guyub, kompak.”
Nobby menyampaikan hal senada. Menurut dia, pilihan cat yang warna-warni berangkat dari latar belakang warga yang warna-warni.

“Pekerjaannya berbagai macam profesi, asalnya dari mana saja itu beragam.  Agamanya juga beragam. Itu yang menjadi latar belakang kita juga menjadikan kampung ini warna-warni.”

Kawasan Tanpa Rokok

Sumiati mengakui, kampung warna warni di permukimannya bukan yang pertama. Pasalnya, di sejumlah daerah sudah ada program yang sama. Namun ia mengklaim, kampung warna warni yang mereka bikin memiliki keistimewaan tersendiri. Pasalnya, mereka juga membuat kampungnya menjadi Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Menurut dia, warga kampung warna warni dilarang merokok di dalam rumah atau di jalan. Jika ingin merokok, mereka harus ke lokasi yang ditetapkan sebagai area merokok, yakni di jembatan yang berada di ujung jalan. Jika ada yang ngeyel, merokok di dalam rumah atau di jalan maka warga tersebut akan dikenai denda senilai satu bungkus rokok yang ia isap.

Kebijakan itu diambil setelah ia dan sejumlah warga menjadi korban rokok. “Warga di sini banyak yang terkena penyakit paru-paru, sampai mereka harus berobat selama enam bulan terus menerus ke rumah sakit. Itu yang membuat saya dan warga yang lain itu semangat agar warga yang lain di sini itu yang masih sehat itu tidak terkena penyakit yang diakibatkan oleh asap rokok. Karena di sini sudah banyak sekali warga yang sakit paru-paru karena asap rokok. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia,” ujarnya.