Tantangan Investasi Tol Tak Hanya Cari Duit dari Traffic

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit.
Sumber :
  • Raden Jihad Akbar/VIVA.co.id

Jadi ini cuma karena masa konsesinya beda-beda, biaya investasinya beda-beda, dan karena pengembalian investasi merupakan salah satu pertimbangan mengenai tarif jadi itu memang beda-beda. Kita juga sangat pahami ya, karena kondisi geografinya kadang tidak mudah untuk menyamakan tarif standar. 

Kalau nanti suatu saat kita sudah pakai Multi line Free Flow (MLFF), tol tanpa kartu, tarifnya bisa kita konsolidasi, kemudian tarifnya kita samaratakan, itu bisa. Tapi mungkin itu belum untuk jangka pendek karena MLFF masih kita evaluasi. 

Adakah kemungkinan tarif Trans Jawa bisa turun?

Kalau kondisi sekarang susah. Tapi, kalau kita sudah pakai MLFF, kita konsolidasi semua revenue-nya, ada kliring, nah itu kemudian baru kita bisa redistribusi kembali kepada badan usaha. Kita bisa melakukan banyak hal. 

Misalnya kalau revenue kita konsolidasikan, ke masyarakat kita bisa semua sama, tapi ke badan usaha sesuai dengan besarnya investasinya. Kalau itu dikumpulin dan diredistribusi lagi itu bisa. Arah kita juga sudah ke sana.  Sehingga masyarakat bisa mudah memahami tarif tol itu sekian dan itu merupakan harga konsolidasi dari semua tarif yang dikenakan ke Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mengembalikan investasi mereka. 

Progres pembangunan Trans Sumatera bagaimana?