Berkat Dana Desa, Sebangau Mulya Sukses Kembangkan Demplot PLTB

Desa Sebangau Mulya, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Sumber :
  • WWF Indonesia

Desa Sebangau Mulya berada di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Desa ini tepat berada di kawasan lahan gambut yang rusak akibat kebakaran hutan.

Meski berfungsi sebagai penyangga Kawasan Taman Nasional Sebangau, Desa Sebangau Mulya menjadi daerah terdampak paling parah akibat kebakaran hutan.

Karena seluruh wilayah Desa Sebangau Mulya merupakan lahan gambut, sejak diterapkannya kebijakan pelarangan pembakaran hutan dan lahan, masyarakat desa ini langsung terkena imbasnya.

Warga Desa Sebangau belum mampu mengolah lahan dengan tanpa membakar. Akibatnya, kegiatan pertanian padi menurun drastis karena masyarakat tidak bisa mengolah lahan.

Hal itu membuat masyarakat harus membeli beras dari daerah lain untuk mencukupi keperluan sehari-hari.

Bagi Pemerintah Desa Sebangau Mulya, keadaan seperti ini tentu menjadi permasalahan yang pelik dan harus menjadi bagian penting dari perencanaan pembangunan desa.

Menjawab permasalahan ini, Desa Sebangau Mulya berinisiatif memprioritaskan proyek percontohan (demplot) Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) untuk pertanian, khususnya di lahan gambut dangkal.

Pembiayaan program demplot PLTB diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Sebangau Mulya tahun 2018-2019.

Demplot PLTB untuk pertanian seluas 13 hektare dibuka melalui Program Padat Karya Tunai Desa Sebangau Mulya pada tahun 2018.

Kegiatan ini melibatkan 60 warga desa dan Pemerintah Desa Sebangau menggandeng para petugas penyuluh pertanian untuk mendampingi masyarakat menerapkan model pertanian tanpa bakar.

Pada lahan seluas 13 hektare tersebut, Pemerintah Desa Sebangau Mulya menanaminya dengan padi gogo dan di awal tahun 2019 telah memetik hasil panen yang memuaskan.

Sukses dengan hasil yang memuaskan, Pemerintah Desa Sebangau Mulya berkeinginan mengembangkan program ini.

Namun, keinginan itu memiliki tantangan besar, yaitu memperbaiki kualitas lahan gambut yang rusak, terutama akibat kanalisasi di masa lalu. 

Pemerintah Desa Sebangau terus berinovasi. Sukses dengan Demplot PLTB, Desa Sebangau kemudian mengagendakan penerapan pola pertanian-perikanan dengan prinsip pengelolaan tata air dan ramah lingkungan.

Konsep penggunaan tanaman sekat bakar, tanaman pengendali hama, pola tanam campur, instalasi sumur pencegahan kebakaran, dan pola perikanan kolam tradisional (beje) merupakan perencanaan komprehensif untuk desain lahan tersebut.

Namun, pembangunan sekat-sekat kanal di lokasi demplot PLTB tentu membutuhkan biaya yang besar, sehingga dukungan pembiayaan dari Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan.

Keberhasilan panen padi gogo di lahan Demplot PLTB membuktikan komitmen Pemerintah Desa Sebangau untuk melakukan satu tindakan inovasi yang dibiayai oleh dana desa.

Kunci keberhasilan Desa Sebangau juga ada pada komitmennya untuk membuat kebijakan desa, termasuk mengalokasikan anggaran desa yang sangat diperlukan untuk mewujudkan PLTB.

Pemerintah Desa Sebangau Mulya sadar jika PLTB merupakan model pengelolaan lahan yang tepat guna dan mampu meningkatkan nilai ekonomi gambut bagi masyarakat, sekaligus melestarikan lingkungan.

Tidak hanya di Desa Sebangau Mulya, inovasi-inovasi tentunya juga dilakukan desa lain di seluruh Indonesia, seperti yang ditunjukkan gambar berikut mengenai sebaran inovasi yang diajukan oleh desa per provinsi tahun 2018.