Kemenpar Dukung World Memory Championship 2017
Gelaran World Memory Championship 2017 berlangsung seru. Kompetisi ini memperebutkan dua trofi sekaligus, Piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Total hadiah mencapai Rp100 juta serta 200 medali bagi pemenang di 10 nomor pertandingan.
Kepala pelatih Tim Indonesia, Yudi Lesmana berharap, Indonesia mampu tampil kompetitif. Dia meminta peserta berpikir positif menatap kompetisi ini.
”Menang menjadi kebanggaan, dan kekalahan menjadi pengalaman. Menjadi bagian dari kejuaraan dunia, itu sudah suatu pencapaian. Berani lewati batas normal memori manusia biasa, dan terus berkarya untuk bangsa. Kami berharap para putra-putri bangsa ini terus mengukir prestasi di olimpiade daya ingat internasional,” ujarnya.
MURI (Museum Rekor Indonesia) ambil bagian dalam event ini. MURI mencatat rekor nomor angka PI dalam skala nasional. Tujuan rekor ini memberikan prestasi berskala nasional secara massal kepada generasi penerus bangsa dengan mengingat, minimal total 30 ribu angka PI secara bersama.
Demi memenangkan persaingan, Indonesia sudah mempersiapkan tim sejak jauh-jauh hari. “Kami sudah melakukan trial Memory Championship Tour keempat negara dimulai dari Korea dan dua kali Indonesia friendly Championship," ujar Yudi.
Menpar Arief Yahya merasa gelaran ini sangat tepat untuk mempopulerkan destinasi wisata di DKI Jakarta, terutama Kota Tua dan Kepulauan Seribu di mana destinasi ini masuk dalam 10 Destinasi Prioritas dari Kemenpar dan Presiden Jokowi.
"Dukungan untuk kompetisi ini sudah betul, heritage kota tua itu memiliki daya pikat tersendiri. Hampir semua kota di Eropa selalu menonjolkan kota tua. Karena itu kalau punya heritge, semua pihak harus melestarikan baik dari segi bentuk dan arsitektur bangunan," jelas Arief Yahya.(webtorial)