Terbang Tinggi Garuda Muda!

Pojok KC - Terbang Tinggi Garuda Muda
Sumber :
  • tim tvonenews

Saya kira, strategi STY “memotong satu generasi” untuk mempercepat Indonesia Emas haruslah dicontoh pemimpin kita pada bidang bidang lain. Kita tahu, selama kepemimpinannya ia tak pernah membedakan secara tegas antara pemain timnas A dan timnas berdasarkan kelompok umur.
 
Shin Tae-yong juga dengan berani merekrut pemain-pemain muda yang memiliki keterampilan ke timnas A. Ini pada gilirannya menciptakan tim yang bisa kompetitif dalam jangka panjang. Saat ini, setidaknya ada 14 pemain dalam skuad Timnas U23 Indonesia yang pernah bermain di level senior. Minimal satu pertandingan. 

Tentu kredit juga harus dicatatkan pada ketua federasi: Erick Thohir. Ia begitu spartan mencari pemain untuk dinaturalisasi.

Tak hanya itu, Erick konsisten menegakan tiga aturan yang sudah ia buat. Pertama, setiap klub wajib memainkan pemain U-23. Kedua, pelatih klub harus menandatangani komitmen untuk melepas pemain ke Timnas Indonesia. Ketiga, keamanan harus diterapkan dengan ketat oleh masing-masing klub.

Erick, misalnya juga menyurati dan melobi klub-klub pemilik pemain yang berkarier di luar negeri. Menjelang laga perempat final, ia aktif melobi klub Belanda, Heerenveen agar melepas gelandang Nathan Tjoe-A-On ke skuad Indonesia. 

Yang lebih melegakan adalah kepastian perpanjangan kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih akhirnya didapat. Shin Tae-yong akan terus melatih timnas Indonesia hingga Desember 2027. Ini menghadirkan ketenangan para pemain pada masa depan timnas Indonesia. 

Dengan ekosistem yang sehat, tak ada pilihan, pejuang Garuda Muda mesti menuntaskan apa yang sudah dimulainya dengan sangat indah. 

Sebagai tim debutan yang berhasil menghentikan dua raksasa: Australia dan Korea Selatan, saya kira lawan selanjutnya tak ada lagi yang bisa menghentikan Garuda Muda. Dan yang terpenting, tim ini harus terus dipertahankan agar Indonesia segera merangsek 100 besar ranking FIFA dan jadi negara yang terbiasa berada di zona kualifikasi Piala Dunia. 

Saya kira setelah semi finalis Piala Asia,  target Olimpiade dan Piala Dunia bukan mimpi yang kesiangan. (Ecep Suwardaniyasa Muslimin)