Rusia Ringkus Gerombolan Intel Ukraina Pembom Krimea

VIVA Militer: Proses penangkapan terduga teroris oleh Dinas Keamanan Rusia
Sumber :
  • baotintuc.vn

VIVA – Tak sampai sepekan usai serangan bom di Jembatan Kerch, Krimea, Rusia berhasil membekuk sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) juga berhasil menggagalkan rencana sabotase di wilayah Moskow, Rabu 12 Oktober 2022.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Kantor Berita Rusia, TASS, Dinas Keamanan Federal Rusia menangkap delapan orang anggota intelijen Ukraina, yang diduga terlibat dalam aksi bom di Krimea. 

Yang mengejutkan, lima orang yang diamankan oleh Dinas Keamanan Federal adalah warga negara Rusia. Sementara, tiga orang lainnya adalah warga negara Ukraina dan Armenia.

"Sejauh ini, lima warga negara Rusia serta tiga warga Ukraina dan Armenia yang ambil bagian dalam persiapan serangan itu telah ditangkap sebagai bagian dari kasus kriminal," bunyi pernyataan Dinas Keamanan Federal Rusia.

VIVA Militer: Ledakan di Jembatan Kerch, Krimea.

Photo :
  • japantimes.co.jp

Tak hanya itu, FSB juga berhasil menggagalkan upaya teror dari agen Ukraina di ibukota Moskow. Setelah diamankan, pelaku yang disebut lahir tahun 1972 membeberkan peran Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dalam rencana teror. 

Bersama terduga teroris, intelijen Rusia juga menyita sebuah sistem rudal permukaan-ke-udara portabel (MANPADS) 9K38 Igla.

Ditemukan juga data yang disimpan dalam perangkat lunak yang berisi instruksi Dinas Keamanan Ukraina, yang dibawa pelaku masuk ke Rusia melalui Estonia.

"Persiapan dinas khusus Ukraina atas sabotase dan aksi teroris menggunakan senjata presisi tinggi di wilayah Moskow dihentikan. Seorang warga Ukraina kelahiran 1972 ditahan," lanjut pernyataan FSB.

VIVA Militer: Proses penangkapan terduga teroris oleh Dinas Keamanan Rusia

Photo :
  • tass.com

"Terdakwa telah menyesali perbuatannya dan bekerja sama dengan penyelidikan. Dua MANPADS Igla dan alat komunikasi yang mengkonfirmasi tindakan kriminalnya dan kontak dengan petugas SBU disita darinya," lanjut kata FSB.