Kisah Mengerikan Lubang Neraka di Gurun Pasir Raqa

VIVA Militer: Lubang Neraka Al-Hota di Raqa.
Sumber :
  • HRW

VIVA – Pernahkah Anda mendengar kisah tentang sebuah jurang yang dijuluki sebagai Lubang Neraka?.

Lubang Neraka sebenarnya bernama asli Jurang Al-Hota, letaknya sekitar 85 kilometer sebelah utara Kota Raga, Suriah.

Jurang Al-Hota adalah lubang alami yang terbentuk di gurun pasir nan tandus. Dahulunya jurang ini cukup indah karena ditumbuhi tanaman dan ada sumber. Namun kini semua itu sirna, Al-Hota telah menjelma menjadi lubang kematian.

Jurang Al-Hota mendapat julukan Lubang Neraka setelah dijadikan tempat pembuangan bagi mayat-mayat korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS ketika menguasai Suriah pada sekitar tahun 2013 hingga 2015.

Memang hingga saat ini belum ada data resmi tentang berapa jumlah mayat yang telah dibuang ISIS ke dalam Al-Hota. Hanya saja, pada Mei 2020, aktivis Human Rights Watch (HRW) masih menemukan cukup banyak mayat di dalam jurang ketika melakukan penelitian.

"Jurang Al-Hota, yang pernah menjadi situs alami yang indah, telah menjadi tempat horor dan perhitungan," kata Sara Kayyali, peneliti Human Rights Watch dikutip VIVA Militer Kamis 11 Juni 2020 di situs resminya.

Awalnya HRW tak yakin jika jurang berbentuk menyeramkan itu telah dijadikan kuburan massal korban pembunuhan oleh ISIS. Namun, ketika HRW mengerahkan drone ke dalam jurang, pada kedalaman sekitar 50 meter ditemukan mayat-mayat yang sudah membusuk.

"Mengungkap apa yang terjadi di sana, dan di kuburan massal lainnya di Suriah, sangat penting untuk menentukan apa yang terjadi pada ribuan orang yang dieksekusi ISIS dan meminta pertanggungjawaban pembunuh mereka," kata Sara.

Temuan mayat itu menguatkan dugaan HRW bahwa Al-Hota memang telah dijadikan kuburan massal. HRW menduga pula di dasar jurang itu masih ada puluhan bahkan mungkin ratusan mayat korban kekejaman ISIS. Karena diperkirakan jurang itu memiliki kedalaman lebih dari jangkauan drone yang dikerahkan HRW.

Apalagi dari hasil wawancara HRW dengan warga setempat terungkap kesaksian bahwa jurang Al-Hota tak hanya dipakai ISIS untuk membuang mayat. Tapi jauh sebelum ISIS berkuasa sudah banyak mayat dibuang ke Al-Hota.