Reaksi Keras China, Amerika Dianggap Biang Kerok Pembuat Perang

VIVA Militer: Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut China Selatan
Sumber :
  • Sputnik News

VIVA – Kementerian Pertahanan China dengan tegas menyebut Amerika Serikat (AS) sengaja membuat situasi Laut China Selatan memanas. Pernyataan ini muncul setelah tudingan Departemen Pertahanan Amerika menuduh China melakukan pelanggaran hukum internasional, pasca latihan militer di wilayah tersebut awal Juli 2020.

Tuduhan Departemen Pertahanan Amerika dilontarkan pada 2 Juli 2020, setelah mengetahui bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) akan menggelar latihan tempur di Kepulauan Hoang Sa (Kepulauan Paracel), Laut China Selatan.

Dalam pernyataannya, Departemen Pertahanan Amerika menyebut China telah melanggar hukum internasional atas klaimnya terhadap sejumlah kepulauan di wilayah itu. Tak cuma itu, aksi militer China dianggap Amerika telah merugikan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu dalam pandangan Departemen Pertahanan Amerika, China dianggap melanggar komitmen internasional untuk memiliterisasi kawasan Laut China Selatan.

"Latihan militer (China) adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan yang panjang, untuk menegaskan klaim kelautan yang melanggar hukum, dan merugikan negara-negara Asia Tenggara," bunyi pernyataan Departemen Pertahanan Amerika," dikutip VIVA Militer dari South China Morning Post.

"Tindakan ini berbeda dengan janjinya untuk tidak melakukan militerisasi Laut China Selatan," lanjut pernyataan Departemen Pertahanan AS.

Mendengar pernyataan itu, Kementerian Pertahanan China pun tersinggung. Kementerian Pertahanan China pun balik menyerang Amerika dengan menjulukinya sebagai penghasut perang.

Dengan tegas Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa latihan militer yang dilakukan mulai 1-5 Juli lalu, tidak ditujukan kepada negara atau tujuan klaim Laut China Selatan. 

Akan tetapi, latihan itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN), dalam mempertahankan kedaulatan negara, serta menjaga perdamaian kawasan tersebut.

"(Latihan militer di Laut China Selatan) tidak ditargetkan kepada negara atau tujuan tertentu. Maksudnya adalah untuk secara efektif meningkatkan kemampuan pertananan Angkatan Laut China, dan secara tegas mempertahankan keamanan dan kedaulatan negara kami, serta menjaga perdamaian dan stablitas regional," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan China.

"Departemen Pertahanan Amerika telah mengabaikan fakta, memabalikkan hitam dan putih, menghasut ketegangan regional, dan mencari keuntungannya sendiri dalam semua ini," lanjut pernyataan Kementerian Pertahanan China.

Baca: Kisah Jenderal Luhut dan Letjen TNI Prabowo Pernah Berguru pada Polisi