Turki Bisa Hancurkan Sirte dan Bikin Militer Mesir Gigit Jari

VIVA Militer: Militer Mesir konvoi.
Sumber :

VIVA – Perang besar di Libya sudah di ujung tanduk. Pihak yang terlibat dalam konflik dalam posisi siaga penuh, Rabu 22 Juli 2020.

Tentara Nasional Libya (LNA) memasang tameng barikade tempur di Kota Sirte dan Al-Jufra.

Sedangkan koalisi pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), militer Turki dan tentara bayaran sudah mengepung kota itu.

Sementara itu, pasukan Angkatan Bersenjata Mesir masih berada di perbatasan kedua negara.

Dalam peta kondisi di Libya saat ini, sebenarnya GNA dan Turki sangat diuntungkan. Malahan mereka bisa mengalahkan pasukan LNA untuk merebut Kota Sirte dan Al-Jufra. Dan militer Mesir akan gigit jari.

Hal ini disampaikan pengamat keamanan internasional dari AIES Austria, Profesor Michael Tanchum.

"Jika Turki menyerang Sirte segera, Mesir tidak punya waktu untuk memindahkan pasukan darat dan akan bergantung pada kekuatan udara untuk mengambil aset pertahanan udara dan udara Turki di darat dan laut," tulisnya dikutip VIVA Militer.

Hanya saja menurutnya tindakan itu akan menyebabkan perang yang lebih besar dan korban yang lebih banyak.

"Korban yang diakibatkan Turki akan memicu perang yang lebih luas" tulis dia.

Untuk diketahui, memang posisi pasukan militer Angkatan Darat Mesir berada sangat jauh dari Kota Sirte.

Angkatan Darat Mesir membutuhkan waktu lebih dari sehari jika masuk bergerak ke medan pertempuran di Sirte.