Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kisah Ilmuwan Pencabut Nyawa 135 Ribu Orang Hiroshima dan Nagasaki

Senin, 10 Agustus 2020 | 15:30 WIB
Foto :
  • History.com
VIVA Militer: Ledakan Bom Atom Nagasaki dan Hiroshima, Jepang

VIVA – Sebelum Jepang bersekutu dengan Amerika Serikat (AS), kedua negara ini adalah musuh bebuyutan. Ya, Jepang dan AS pernah terlibat pertempuran hebat di Perang Dunia II. Jepang yang di luat dugaan mampu menandingi kekuatan militer Amerika, akhirnya kalah telak. Kaisar Hiroho bertekuk lutut di bawah lutut Paman Sam, setelah dua kota Jepang, Nagasaki dan Hiroshima, dihancurkan dengan bom atom AS.

Ledakan yang pertama terjadi 6 Agustus 1945 di Hiroshima. Hanya berselang tiga hari,  tepatnya 9 Agustus 1945 Nagasaki pun jadi sasaran dan hancur. Puluhan ribu nyawa melayang, jadi korban kekejaman perang. 

Baca Juga

Untuk mengenang peristiwa berdarah itu, jutaan pendudukan senantiasa mengadakan hari peringatan. Pada 2020, salah satu tragedi kemanusiaan terbesar itu genap berlalu 75 tahun.

Tidak banyak yang tahu bahwa hanya ada satu orang di dunia yang melihat secara langsung, tiga ledakan bom atom yang terjadi pada tahun 1945. Ledakan bom di Nagasaki dan Hiroshima juga menjadi pertanda sebagai berakhirnya Perang Dunia II.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun VIVA Militer melalui Military.com, ada seorang pria yang menjadi satu-satunya orang yang menyaksikan ketiga ledakan bom atom pada Perag Dunia II. Dia adalah Lawrence Johnston.

Pada waktu itu, tercatat lebih dari 600.000 pekerja baik pria dan wanita yang tengah melakukan rutinitasnya di Proyek Manhattan untuk proses pembuatan bom atom. Tapi hanya Johnston lah yang menjadi saksi, melihat langsung wajah ketiga bom terdahsyat itu.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler