Armenia Klaim Bunuh 6.309 Orang Tentara Azerbaijan

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Armenia
Sumber :
  • The Armenian Mirror-Spectator

VIVA – Angkatan Bersenjata Armenia kembali mengklaim data keunggulan dalam perang melawan pasukan Angkatan Bersenjata Azerbaijan. Dalam data ini, pasukan Armenia diyakini telah membunuh ribuan tentara Azerbaijan dan menghancurkan sejumlah unit kendaraan tempur dan artileri, Selasa 20 Oktober 2020.

Menurut data yang dihimpun Pusat Informasi Armenia Bersatu (Armenia Unifield Infocenter) dan dikutip VIVA Militer dari Armenia Press, sejak Perang Armenia-Azerbaijan meletus pada 27 September 2020 pasukan militer Armenia mampu menghancurkan 200 unit pesawat tanpa awak (drone) milik Azerbaijan.

Tak hanya itu, pasukan Armenia juga diklaim telah berhasil menghancurkan 576 unit tank dan 23 unit jet tempur. Data lain juga menunjukkan kesuksesan pasukan Armenia menghancurkan 16 helikopter dan empat unit artileri militer Azerbaijan.

Yang paling menjadi sorotan adalah, data yang memperlihatkan ada 6.309 orang tentara Azerbaijan yang tewas akibat serangan pasukan Armenia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Mayor Shushan Stepanyan, juga menyebut jika pasukannya mampu memukul mundur tentara Azerbaijan di wilayah Selatan. Pernyataan Stepanyan ini memunculkan dugaan jika pasukan Azerbaijan menerima serangan balasan setelah berhasil merebut wilayah Khudaferin, Senin 19 Oktober 2020.

"Pasukan musuh mundur ke arah selatan Waduk Khudaferin, dan menderita kerugian besar. Kami memperingatkan tentang bagaimana memasuki neraka," tulis Stepanyan di akun Facebook pribadinya.

Hingga saat ini, Kementerian Pertahanan Armenia belum memberikan pernyataan terkait data yang diluncurkan oleh Pusat Informasi Armenia Bersatu. Hanya saja, otoritas Armenia ini menyatakan jika zona pertempuran di garis depan relatif stabil. Meskipun masih terjadi baku tembak di sejumlah wilayah.

"Semalam zona konflik #Artsakh-#Azerbaijan relatif stabil & tegang. Pertempuran artileri berlanjut di beberapa daerah, terutama pertempuran yang makin sengit di wilayah selatan. @Karabakh_M0D melanjutkan pengawasan situasi operasi yang menyebabkan kerugian besar bagi Az," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Armenia di Twitter.