Gila, di Tengah Perang Yaman Ulama Top Dunia Diculik Usai Salat Subuh

VIVA Militer: Ulama yang diculik.
Sumber :

VIVA – Kabar mengejutkan datang dari Yaman, di tengah perang yang terus berkecamuk seorang ulama top dunia, Taher bin Hussein Al-Attas dilaporkan telah diculik.

Berdasarkan informasi yang didapatkan VIVA Militer, Rabu 13 Oktober 2021, Taher bin Hussein Al-Attas diculik di depan rumahnya di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman Timur.

Yang lebih gilanya, ulama pengajar sufi itu diculik hanya beberapa saat setelah keluar dari masjid untuk menunaikan ibadah Salat Subuh.

Atas penculikan itu, ulama dunia Alhabib Ali Zain al-Abidin al-Jafri meminta Presiden dan pimpinan militer Yaman untuk bertanggungjawab untuk mengembalikan Taher kepada keluarganya.

"Saya menganggap Presiden (Abed Rabbo Mansour Hadi) dan wakilnya (Ali Mohsen al-Ahmar) bertanggung jawab atas pengembaliannya yang aman kepada istri dan anak-anaknya, gubernur (Hadhramaut, Faraj al-Bahsani) , dan kepemimpinan Daerah Militer Pertama khususnya, karena para penculik yang menuju ke (Dia tidak menyebutkannya) berada di bawah pengaruhnya," tulis Alhabib Ali di Twitternya.

VIVA Militer: Ulama yang diculik.

Photo :

Menurut Alhabib Ali, Taher bin Hussein tidak pernah terlibat dalam kegiatan politik dan mendukung salah satu dari pihak yang bertikai di Yaman saat ini.

"Pria ini jauh dari politik dan usahanya terfokus pada pembenahan keluarga dan menyandang gelar doktor dalam spesialisasi ini," kata Alhabib Ali.

Perlu diketahui, saat ini situasi Yaman memang jauh dari kata aman. Perang saudara pecah setelah Arab Saudi dan negara-negara Yahudi seperti Amerika Serikat dan Inggris berusaha merebut kekuasaan di negeri itu.

Saat ini hampir setiap hari Yaman bagai neraka, pertempuran pecah antara pasukan koalisi militer Arab Saudi dengan militer Yaman yang berafiliasi dengan Houthi.

Sudah banyak tokoh masyarakat dan ulama Yaman yang hilang diculik dan terbunuh selama pecahnya perang Yaman. Selama tujuh tahun perang berkecamuk, sudah lebih dari 200 ribu orang tewas di Yaman dan tanda-tanda perang akan tuntas tak kunjung kelihatan.