Video Detik-detik Rudal Terbesar Rusia Hantam Basis Militer Ukraina

VIVA Militer: Basis militer Ukraina di Yavoriv meledak dihantam rudal Rusia
Sumber :
  • blog.maxar.com

VIVA – Pangkalan Angkatan Bersenjata Ukraina (ZSU) di distrik Yavoriv, Provinsi (Oblast) Lviv, kembali jadi sasaran serangan rudal militer Rusia. Kali ini Rusia melancarkan serangan rudal terbesar yang pernah terjadi sejak invasi digelar, Selasa 17 Mei 2022.

Lewat pantauan VIVA Militer di media sosial Twitter, terdapat sebuah video berdurasi 13 detik di mana sebuah rudal meluncur sebelum meledak usai menghantam sasaran di Yavoriv. Video tersebut diunggah di akun Twitter resmi Nexta TV.

Dalam laporan lain yang dilansir VIVA Militer dari Washington Examiner, ledakan dahsyat mengguncang Lviv pada tengah malam. Sirene serangan udara pun berbunyi keras, membuat para penduduk berhamburan mencari tempat perlindungan.

Serangan rudal militer Rusia menghantam pangkalan militer Ukraina di Yavoriv, yang berjarak 25 mil (40,2 kilometer) dari pusat kota, dan terpaut 9 mil (14,5 kilometer) dari perbatasan Ukraina-Polandia.

Menurut Kepala Administrasi Militer Wilayah Lviv, Maksym Kozytskyy, serangan rudal Rusia juga menghantam infastruktur kereta api yang berada dekat dengan pangkalan militer Yavoriv.

Sementara itu, anggota parlemen Ukraina, Lesia Vasylenko, memberikan pernyataan di Twitter pribadinya, serangan kali ini adalah yang paling dahsyat sepanjang invasi Rusia ke Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 lalu.

"Lviv berada di bawah serangan berat saat ini. Kawan-kawan tidak pernah mengatakan sekeeras ini. Ini adalah Ukraina BARAT. Sangat dekat dengan Polandia," tulis Vasylenko di Twitter.

Pernyataan juga dibuat oleh Walikota Lviv, Andriy Sadovyi. Sadovyi dengan tegas meminta warga untuk menyelamatkan diri ke tempat-tempat perlindungan bom selama serangan.

"Objek infrastruktur militer di wilayah distrik Yavoriv yang berada hampir di perbatasan Polandia, ditembaki lagi. Menurut informasi awal, sistem pertahanan udara kami telah bekerja. Data sedang diperbarui," ucap Sadovyi.