Alarm Perang, Tentara Azerbaijan Gempur Pabrik Baja Armenia

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Azerbaijan
Sumber :
  • trend.az

VIVA – Unit militer Azerbaijan dikabarkan kembali menyerang sebuah pabrik baja, yang diyakini milik Amerika Serikat (AS), Jumat 16 Juni 2023. Dua orang warga negara asing terluka dalam insiden ini.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Kantor Berita Armenia, Armen Press, serangan militer Azerbaijan pecah sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat di desa Yeraskh, Provinsi Ararat, Armenia.

Meski hanya menggunakan senjata berkaliber kecil, aksi militer Azerbaijan di wilayah perbatasan melukai dua orang pekerja konstruksi. Dua orang tersebut diketahui adalah warga negara India.

"Pada 16 Juni pukul 10 pagi, unit Angkatan Bersenjata Azerbaijan melepaskan tembakan dari berbagai kaliber senjata kecil ke pabrik metalurgi," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Armenia.

VIVA Militer: Pabrik baja Amerika Serikat yang diserang militer Azerbaijan

Photo :
  • oc-media.org

"(Pabrik yang diserang) sedang dibangun di Yeraskh, dengan menggunakan investasi asing," lanjut pernyataan tersebut dikutip VIVA Militer dari akun Facebook resmi Kementerian Pertahanan Armenia.

Serangan ini bukan yang pertama kali dilakukan pasukan Ilham Aliyev. Pada 13 dan 14 Juni 2023 lalu, pabrik baja itu juga menjadi sasaran penembakan pasukan Azerbaijan.

Akan tetapi produsen baja yang mendanai konstruksi tersebut, memutuskan kembali melanjutkan pembangunan pabrik sehari setelah serangan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan beralasan jika unit militer Armeni menyerang pasukan lebih dulu menembaki pasukannya lebih dulu di desa Galakend, Distrik Gadabay.

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Armenia

Photo :
  • news18.com

"Pada tanggal 16 Juni mulai pukul 00:15 hingga 00:20, satuan angkatan bersenjata Armenia dari posisi ke arah pemukiman Goysu di wilayah Basarkechar dengan menggunakan senjata ringan beberapa kali menembaki posisi Angkatan Darat Azerbaijan ke arah pemukiman Galakend wilayah Gadabay," kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan.