Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Pilkada

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Ritual Pasukan Tengkorak Kostrad TNI Sebelum Tembus Goa Baliem Papua

Selasa, 29 September 2020 | 08:08 WIB
Foto :
VIVA Militer: Pasukan Satgas Yonif Para Raider 305/Tengkorak Kostrad

VIVA – Pada awal September 2020, prajurit dari Batalyon Infanter Para Raider Lintas Udara 305/Tengkorak,Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI berhasil mengukir sebuah raihan yang luar biasa dalam Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Prajurit Yonif 305/Tengkorak, menjadi batalyon TNI yang pertama kali bisa masuk ke Distrik Goa Baliem, Kuyawage, Kabupaten Lannyjaya, Papua.

Baca Juga

Distrik Goa Baliem bukan wilayah desa yang dekat dengan perkotaan, wilayah ini berada di pedalaman pegunungan tengah Papua. Untuk bisa mencapai lokasi dibutuhkan perjuangan yang amat berat, sebab medan menuju lokasi sangat berat.

Selama berhari-hari pasukan Tengkorak 305 harus naik turun gunung, keluar masuk hutan, menyeberangi sungai dan di bawah ancaman kelompok bersenjata OPM.

Pasukan yang berhasil melaksanakan tugas berat ini adalah prajurit dari Kompi Alap-alap yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Tugas Pamtas Yonif 305/Tengkorak, Mayor Infanteri Fajar Akhirudin.

Di wilayah itu mereka berhasil membuat fasilitas umum penunjang perekonomian masyarakat, salah satunya ialah pendirian pasar tradisional yang diberinama Pasar Merah Putih 305.

Untuk diketahui, Yonif 305/Tengkorak merupakan salah satu satuan TNI yang dilibatkan dalam Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG Mobile tahun 2019.

Pasukan elit lintas udara ini mulai meninggalkan markasnya di Desa Sirnabaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, pada  Sabtu, 9 November 2019. Dan mulai diberangkatkan ke medan operasi melalui Jakarta International Container Terminal, dua hari kemudian, Senin, 11 November 2020.

Jauh sebelum keberangkatan menuju Papua, persiapan matang telah dipersiapkan mulai dari fisik, perbekalan sampai persenjataan. Hanya saja yang tak kalah penting, mereka menggelar sebuah ritual yang telah menjadi tradisi para leluhur Yonif 305/Tengkorak.

Ritual itu diberinama tradisi Pasir Ipis. Prosesinya bagi awam pasti sangat berat, sebab semua pasukan yang akan diberangkatkan ke Papua, harus berjalan kaki dari markas mereka ke sebuah wilayah bernama Gunung Pasir Ipis. Wilayah ini berada Desa Margakarya, Kecamatan Teluk Jambe, Lembang, Jawa Barat.

Dalam perjalanan menuju ke Pasir Ipis, para prajurit Yonif 305/Tengkorak membawa beberapa jenis bendera. Mulai dari bendera perang batalyon, bendera perang kompi, dan pastinya membawa sang saka Merah Putih.

Setelah berjalan bersama selama berjam-jam, pada malam hari dimulailah tradisi yang disebut pembakaran api semangat.

Dalam pekatnya malam yang diliputi angin gunung yang sangat dingin, di bawah penerangan api unggun besar, satu persatu prajurit mencium bendera Merah Putih, kemudian mencium bendera perang batalyon berwarna merah dengan gambar tengkorak manusia.

Selepas itu para prajurit meminum air kelapa. Maksudnya sebaga wujudu rasa syukur yang tulus dan ikhlas dalam melaksanakan tugas mulia, yang bakal mereka jalani.

Nah, kini setelah 10 bulan berlalu, 450 prajurit Yonif 305/Tengkorak telah berhasil menunaikan smeua tugas sebagai Satgas Pamtas. Dan mereka saat ini berada dalam perjalanan pulang dari Papua.

Kabar terkini yang diterima VIVA Militer, Selasa 29 September 2020, Yonif 305/Tengkorak sudah berlayar dengan menumpangi kapal perang KRI Tanjung Kambani 971 dari Dermaga Cargo Dock PT. Freeport Indonesia, Timika menuju Tanjungpriok, Jakarta Utara.

Selamat datang para ksatria tengkorak. Selamat berjumpa kembali dengan markas, istri anak dan juga orang-orang yang dicintai.

Baca: Tembus Goa Baliem, Pasukan Tengkorak Kostrad TNI Kembali dari Papua

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler