Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Pilkada

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Siapa Sangka 32 Tahun Kemudian Anak Petani Ini Jadi Panglima TNI

Selasa, 29 September 2020 | 07:10 WIB
Foto :
VIVA Militer: Akmil 1981.

"Seorang kawan mengirimkan foto lama, saat saya wisuda Akmil tahun 1981. Sebagai remaja yang lahir dan besar dari keluarga petani, lulus akademi militer saja sudah menjadi kebanggaan besar bagi saya. Menjadi Panglima TNI merupakan cita-cita hampir semua lulusan Akmil," kata Jenderal Moeldoko dalam tulisannya.

Moeldoko menuturkan, semua itu diraih bukan dengan cara mudah, dibutuhkan kerja keras, belajar tiada henti dan tentunya disiplin yang tinggi. "Dari situ saya percaya bahwa cita-cita itu harus diperjuangkan. Yakinlah," tulisnya.

Baca Juga

Selepas menamatkan pendidikan di Akmil, Moeldoko dipercaya menjadi komando pleton di salah satu kesatuan elit infanteri TNI. Yakni Batalyon Infanteri Lintas Udara 700/Wira Yudha Chakti milik Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin.

Dari situ karier militernya terus menanjak seiring banyaknya penugasan dan operasi yang dijalani, mulai dari  Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995. Selain itu, dia juga mendapat kesempatan untuk bertugas di beberapa negara seperti Selandia Baru, Singapura, Jepang, Irak-Kuwait, Amerika Serikat, dan Kanada.

Pada 2008, untuk pertama kali bintang emas melekat di pundaknya, dia mendapatkan kenaikan pangkat sebagai Brigadir Jenderal dan dipercaya menjabat Kepala Staf Kodam Jaya.

Dua tahun berselang, di tahun 2010, dia kembali mendapatkan tambahan satu bintang emas lagi, menjadi Mayor Jenderal dan hebatnya dalam satu tahun dia dipercaya memegang 3 tongkat komando secara bergantian mulai dari Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad ke-32.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler