Pangdam Jaya Keluarkan Warning untuk Gerakan Aksi Massa 1812

VIVA Militer: Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah)
Sumber :
  • kodamjaya-tniad.mil.id

VIVA – Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta (Kodam Jaya/Jayakarta) Mayjen TNI Dudung Abdurachman kembali menegaskan terkait dengan dinamika situasi keamanan di Ibukota Jakarta dari berbagai ancaman aksi massa di tengah pandemi COVID-19.

Pangdam Jayakarta menegaskan bahwa pihaknya siap membantu Polda Metro Jaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah DKI Jakarta.

"Kodam Jaya siap membantu Polda Metro Jaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari aksi radikalisme, intoleransi dan terorisme di wilayah DKI Jakarta," kata Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman dikutip VIVA Militer dari keterangan resmi Kodam Jaya/Jayakarta, Jum'at, 18 Desember 2020.

Sebagaimana diketahui, eskalasi keamanan di DKI Jakarta kembali meningkat setelah kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab dari Saudi Arabi pada tanggal 10 November 2020 lalu. Beberapa hari sepulangnya Rizieq Shihab, telah terjadi kerumunan massa dalam jumlah besar di sejumlah titik seperti di wilayah Bandara Internasional Soekarno Hatta, di Petamburan, Jakarta Pusat, dan Megamendung, Bogor.

Kerumunan massa yang dilakukan oleh para simpatisan FPI di tengah pandemi COVID-19 itu mendapat respon negatif dari masyarakat dan pemerintah. Sehingga, kepolisian dari Polda Metro Jaya pun menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus penghasutan yang menyebabkan kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19 itu.

Rizieq Shihab Shihab itu kemudian menyerahkan diri pada hari Sabtu,12 Desember 2020 setelah insiden penembakan terhadap enam orang Laskar Khusus FPI di sekitar Tol Jakarta-Cikampek beberapah hari sebelumnya.

Penangkapan Rizieq Shihab itu pun disikapi dengan kemarahan oleh para simpatisan FPI yang lainnya. Bahkan, hari ini mereka berencana melakukan aksi menuntut pembebasan Rizieq Shihab di sejumlah wilayah Ibukota Jakarta.

Baca juga: