Andalkan GPS, Solo Rider Jakarta-London Sering Tersesat

Stephen Langitan saat touring Jakarta-London
Sumber :
  • Dok: Stephen Langitan

VIVA – Pengendara motor yang kerap touring seorang diri, Stephen Langitan akhirnya tiba di Indonesia, setelah berhasil menyelesaikan perjalanan dari Jakarta ke London. 

Dimulai pada 25 Maret 2018, ia akhirnya tiba di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, 17 Agustus lalu dan langsung mengikuti upacara pengibaran bendera.

Meski rencana awal akan menyusuri jalur sepanjang 30 ribu kilometer yang melewati 30 negara, penulis dan blogger tersebut hanya menempuh jarak 27.400 km serta melalui 22 negara. 

Kondisi tersebut dikarenakan kendala cuaca, serta rawannya beberapa negara yang hendak dilalui. Hal itu dinyatakan beberapa kedutaan besar negara terkait.

"Iya, ada beberapa negara yang memang sangat tidak disarankan dilewati, karena itu negara konfilik, seperti Suriah," kata Stephen di Jakarta, Kamis 23 Agustus 2018.

Menggunakan motor Kawasaki Versys 250 untuk menempuh perjalanan selama 145 hari atau sekitar lima bulan, ia mengaku hanya mengandalkan Global Positioning System  atau GPS. 

"Ketika ada salah jalan, wajarlah, harusnya belok kanan malah belok kiri. Pas dapat sinyal, bingung, kok masih di sini. Itu kadang-kadang bikin sebal juga, karena menghabiskan waktu. Saya harus balik lagi. Tapi, harus dibawa enjoy," ujarnya.

Selain itu, Stephen mengaku mengalami kecelakaan cukup fatal sebanyak dua kali. Hal itu tidak terlepas dari rasa lelah dan kondisi jalan yang tidak baik.

"Dua kali saya jatuh. Pertama di Pakistan, saya memasuki satu wilayah yang ternyata dilarang. Harus menggunakan surat untuk bisa lewat. Jadi, saya harus melewati bukit-bukit dan jalanan licin, saya akhirnya jatuh," katanya.

Stephen membeberkan alasan rute Jakarta-London yang ia pilih. Menurutnya, Indonesia adalah negara Asia paling timur dan London adalah Ibu Kota negara paling barat di Eropa, yaitu Inggris.