Kendaraan Listrik Jadi Target Pasar Baru SKF

President Director SKF Automotive Indonesia, Vincentius Rajagukguk
Sumber :
  • VIVA/Krisna Wicaksono

Tangerang, VIVA – Peralihan menuju kendaraan listrik mulai membuka ruang baru bagi industri komponen otomotif. Perubahan teknologi kendaraan membuat pemasok komponen perlu menyesuaikan produk dan keahliannya agar dapat mengikuti kebutuhan mobil generasi baru.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian SKF Indonesia yang mulai memperluas cakupan bisnisnya ke kendaraan roda empat dan kendaraan listrik. Perusahaan yang selama ini memiliki posisi kuat di pasar bearing roda dua tersebut melihat peluang dari perubahan teknologi kendaraan.

Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF, Ken Miao, mengatakan SKF telah memiliki pengalaman menyediakan solusi untuk kendaraan listrik dan bekerja sama dengan sejumlah produsen kendaraan listrik di pasar global. Pengalaman tersebut kemudian akan menjadi bagian dari pengembangan bisnis SKF di Indonesia.

“Berdasarkan kerja sama yang kuat di sisi kendaraan listrik, kami juga akan membawa solusi kendaraan listrik tersebut ke Indonesia,” kata Ken di ajang Automechanika Jakarta 2026.

Masuknya kendaraan listrik membuat kebutuhan komponen ikut berkembang. Perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sistem penggerak, tetapi juga membuka kebutuhan terhadap berbagai komponen pendukung yang harus disesuaikan dengan karakter kendaraan listrik.

SKF melihat peluang tersebut dengan memperluas portofolionya di luar bearing. Untuk kendaraan roda empat, perusahaan menyiapkan produk seperti wheel bearing generasi ketiga, strut bearing, water pump, driveshaft, seal hingga komponen lainnya.

President Director SKF Automotive Indonesia, Vincentius Rajagukguk, mengatakan pengembangan produk menjadi bagian dari upaya perusahaan membaca perubahan kebutuhan pasar. Menurutnya, SKF tidak lagi hanya mengandalkan produk bearing sebagai portofolio utama.

“SKF saat ini tidak hanya bicara bearing, tapi SKF sekarang juga sudah masuk kepada produk-produk non-bearing,” ujarnya di ajang Automechanika Jakarta, dikutip VIVA Otomotif Jumat 25 September 2026.

Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa perubahan teknologi kendaraan dapat menciptakan peluang baru bagi pemasok komponen. Produk yang sebelumnya banyak digunakan pada kendaraan bermesin konvensional dapat berkembang, sementara kebutuhan baru untuk kendaraan listrik mulai menjadi bagian dari pasar.

SKF juga berencana memperkuat infrastruktur pendukung di Indonesia. Investasi pada gudang, distribusi dan pelatihan produk disiapkan untuk meningkatkan ketersediaan komponen sekaligus memperkuat pemahaman mitra dan pelanggan.