Daftar Motor yang Diklaim Irit BBM, Tembus 70 Km per Liter
- VIVA.co.id/Muhammad Indra Nugraha
Jakarta, VIVA - Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan masyarakat saat memilih sepeda motor untuk kebutuhan sehari-hari. Konsumsi bensin yang hemat bisa membantu menekan pengeluaran, terutama bagi pengendara yang rutin menempuh perjalanan jauh.
Sejumlah pabrikan mengklaim produknya memiliki konsumsi bahan bakar yang irit. Salah satunya Yamaha Gear Ultima, yang mencatat hasil pengujian hingga lebih dari 70 kilometer per liter.
Berdasarkan publikasi resmi Yamaha Indonesia yang dilihat VIVA Otomotif, Kamis (15/10/2026) Gear Ultima mencatat konsumsi terbaik 74,5 km/liter dalam pengujian di Semarang, Jawa Tengah. Pengujian menggunakan metode full-to-full, dengan rute yang mencakup jalan perkotaan dan tanjakan.
Dalam pengujian di Bali, Gear Ultima mencatat 68,17 km/liter. Yamaha juga melaporkan rata-rata konsumsi 61,54 km/liter dalam rangkaian pengujian tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi jalan dan cara berkendara dapat memengaruhi konsumsi bensin.
Selain Gear Ultima, Yamaha Grand Filano Hybrid juga menawarkan efisiensi bahan bakar. Berdasarkan pengujian WMTC yang dipublikasikan Yamaha, motor matik bermesin 125 cc tersebut mencatat konsumsi 60,2 km/liter.
Yamaha Fazzio juga masuk dalam daftar motor dengan klaim konsumsi BBM hemat. Pabrikan mencatat angka 58 km/liter berdasarkan metode pengujian WMTC. Kedua model ini menggunakan teknologi Blue Core Hybrid.
Dari merek Honda, BeAT generasi sebelumnya pernah mencatat konsumsi 60,6 km/liter dengan fitur Idling Stop Systemaktif berdasarkan metode ECE R40. Sementara itu, Honda Scoopy generasi terdahulu mencatat 59 km/liter pada pengujian ECE R40 dengan fitur serupa.
Honda Supra X 125 FI generasi sebelumnya juga pernah mencatat 57,2 km/liter berdasarkan metode ECE R40 untuk standar Euro 3. Angka tersebut tercantum dalam brosur resmi Honda, tetapi bukan data untuk model terbaru.
Perlu dicatat, hasil pengujian tersebut berasal dari model, tahun, dan metode berbeda. Karena itu, angka konsumsi BBM tidak bisa dibandingkan secara langsung. Dalam pemakaian sehari-hari, efisiensi juga dipengaruhi kondisi lalu lintas, beban kendaraan, perawatan, dan gaya berkendara.